SUKABUMIUPDATE.com - Dua fenomena astronomi akan berlangsung malam ini, Rabu 29/7/2026. Momen yang sayang dilewatkan bagi penikmat malam dan pecinta astronomi.
Rabu malam, 29 Juli 2026, bulan akan mencapai fase Purnama. Saat Bulan yang menghadap bumi diterangi sepenuhnya oleh Matahari. Bulan akan tampak bulat sempurna dan menjadi objek paling terang di langit malam.
Menurut grup pemerhati astronomi, selain menyuguhkan pemandangan yang indah, Bulan Purnama juga membawa beberapa dampak alami di Bumi, di antaranya: Pasang air laut lebih tinggi. Gaya gravitasi Bulan yang sedang maksimum, ditambah pengaruh Matahari, menyebabkan pasang laut menjadi lebih tinggi dari biasanya. Fenomena ini dikenal sebagai spring tide dan umum terjadi setiap Bulan Purnama maupun Bulan Baru.
Baca Juga: Baju Donasi Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Kini Digantung Rapi, Penyintas Lebih Mudah Memilih
Selain itu langit malam menjadi lebih terang. Cahaya Bulan yang kuat membuat benda-benda di sekitar lebih mudah terlihat. Namun, kondisi ini juga membuat objek langit redup seperti galaksi dan nebula lebih sulit diamati oleh para pengamat astronomi.
“Jika cuaca di daerahmu cerah, sempatkan untuk melihat Bulan terbit dari ufuk timur setelah Matahari terbenam. Momen ini juga menjadi kesempatan yang tepat untuk mengabadikan keindahan satelit alami Bumi dengan kamera atau teleskop,” ungkap admin grup astronomi.
Puncak Hujan Meteor Aquariids
Malam 28–29 Juli 2026, juga akan menjadi momen puncak dari fenomena hujan meteor Delta Aquariids. Dalam kondisi langit gelap, pengamat berpeluang menyaksikan hingga sekitar 20 meteor per jam. Mulai sekitar pukul 23.00 hingga menjelang fajar, dengan peluang terbaik setelah tengah malam saat titik radian semakin tinggi di langit.
Baca Juga: Lagi Kepala Daerah Kena OTT KPK, Anom Widiyantoro Bupati Pemalang
Untuk mengamatinya, cari lokasi yang jauh dari polusi cahaya, arahkan pandangan ke langit bagian selatan hingga timur, tetapi jangan terpaku pada satu titik, tidak memerlukan teleskop atau binokuler alias cukup mata telanjang, beri waktu sekitar 20–30 menit agar mata beradaptasi dengan kegelapan.
Meski cahaya Bulan khususnya purnama akan membuat sebagian meteor yang redup sulit terlihat, meteor-meteor yang lebih terang tetap dapat menjadi tontonan yang memukau. “Siapkan alas duduk, minuman hangat, dan jangan lupa ajak keluarga atau teman menikmati salah satu pertunjukan alam paling indah di langit malam bulan Juli,” pungkas Admin.
Editor : Fitriansyah