SUKABUMIUPDATE.com – Kepala UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Anggi Jingga, mempresentasikan hasil implementasi aksi perubahan dalam Seminar Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat di Kota Cimahi, Kamis (30/7/2026).
Dalam seminar tersebut, Anggi Jingga memaparkan capaian aksi perubahan bertajuk “Akselerasi Proses Akreditasi Laboratorium Pengujian Alat Mesin Pertanian Melalui Penyusunan Dokumen Sistem Mutu dan Digitalisasi Arsip Terpusat.”
Aksi perubahan tersebut telah berhasil diimplementasikan di lingkungan Laboratorium Pengujian Alat dan Mesin Pertanian BP Mektan Jabar. Program ini berfokus pada penyusunan dokumen sistem manajemen mutu yang terstandar serta pembangunan sistem digitalisasi arsip terpusat sebagai fondasi menuju laboratorium yang terakreditasi.
Melalui implementasi tersebut, berbagai dokumen mutu yang sebelumnya tersebar dan belum terdigitalisasi kini telah tersusun lebih sistematis, terdokumentasi dengan baik, serta mudah diakses untuk mendukung proses audit dan pemenuhan persyaratan akreditasi laboratorium.
Menurut Anggi Jingga, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan tata kelola laboratorium agar lebih profesional, akuntabel, dan sesuai dengan standar mutu yang berlaku.
“Implementasi aksi perubahan ini merupakan upaya mempercepat proses akreditasi laboratorium pengujian alat dan mesin pertanian melalui penguatan dokumen sistem mutu dan digitalisasi arsip yang terintegrasi. Harapannya, laboratorium dapat memberikan layanan pengujian yang semakin berkualitas, efektif, dan terpercaya,” ujarnya.
Hasil implementasi aksi perubahan tersebut sebelumnya juga telah menunjukkan capaian positif berupa tersusunnya dokumen mutu secara lebih lengkap dan terstruktur, serta terbentuknya sistem arsip digital yang mendukung efisiensi pengelolaan data laboratorium.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat, selaku mentor dalam kegiatan PKA tersebut, memberikan apresiasi atas keberhasilan implementasi aksi perubahan yang dilakukan.
Menurutnya, inovasi yang lahir dari peserta PKA harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan publik.
“Implementasi aksi perubahan yang dilakukan peserta PKA diharapkan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat,” kata Dadan. (adv)
Editor : Denis Febrian