SUKABUMIUPDATE.com – Kebiasaan membakar sampah secara terbuka masih menjadi persoalan lingkungan di Desa Pagelaran, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. Selain menimbulkan polusi udara, pembakaran sampah, terutama sampah plastik, berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat akibat asap yang dihasilkan.
Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) membangun sebuah rocket stove sebagai alternatif pembakaran sampah yang lebih terkontrol dan ramah lingkungan.
Pembangunan rocket stove dilakukan selama dua hari, yakni pada 27–28 Juli 2026. Hari pertama difokuskan pada persiapan lokasi dan pembangunan fondasi, sedangkan hari kedua digunakan untuk proses penyelesaian hingga alat tersebut siap digunakan.
Ketua KKN Kelompok 18, Tulus, mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap kebiasaan masyarakat yang masih membakar sampah sembarangan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan.
“Kami berharap rocket stove ini bisa jadi solusi buat warga, supaya pembakaran sampah yang tadinya asal-asalan bisa lebih terkontrol dan asapnya juga jauh berkurang. Ini juga langkah awal buat mengenalkan cara pengelolaan sampah yang lebih baik ke masyarakat,” ujarnya.
Rocket stove merupakan alat pembakaran yang dirancang untuk menghasilkan panas lebih efisien dengan emisi asap yang lebih rendah dibandingkan metode pembakaran terbuka. Teknologi sederhana ini dinilai dapat membantu mengurangi dampak negatif pembakaran sampah yang selama ini kerap dilakukan warga.
Selama proses pembangunan, mahasiswa KKN mendapat dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat setempat, mulai dari pemberian izin lokasi hingga penyediaan fasilitas pendukung. Meski demikian, tim sempat menghadapi kendala dalam menentukan lokasi yang sesuai untuk pembangunan rocket stove sehingga jadwal pelaksanaan mengalami sedikit penyesuaian.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UMMI berharap masyarakat Desa Pagelaran mulai memiliki kesadaran baru dalam mengelola sampah. Tidak hanya membuang atau membakarnya begitu saja, tetapi juga mempertimbangkan cara-cara yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan.
Selain menjadi sarana pengelolaan sampah, keberadaan rocket stove diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran sampah terbuka.
Editor : Denis Febrian