Sukabumi Update

BMKG: Kabupaten Sukabumi Kategori Awas Kekeringan Periode 11-20 Agustus 2026

Ilustrasi - Sawah yang alami kekeringan di Pajampangan Kabupaten Sukabumi | Foto : Ragil Gilang.

SUKABUMIUPDATE.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Jawa Barat pada periode 11–20 Agustus 2026. Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah yang masuk dalam kategori Awas.

Berdasarkan peta potensi kekeringan BMKG, wilayah yang masuk kategori Siaga meliputi Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kota Banjar.

Sementara itu, wilayah dengan kategori Awas meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Sumedang.

Baca Juga: 13 Ide Permainan Seru untuk 17 Agustus, Bikin Perayaan HUT RI Makin Meriah

Lalu berdasarkan peta infografis yang dibagikan BMKG, beberapa daerah tidak termasuk kedalam potensi wilayah kekeringan diantaranya Kota Bogor, Kota Depok, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kota Cirebon, dan Pangandaran.

nformasi Potensi Wilayah Kekeringan Meteorologis Provinsi Jawa Barat. | BMKGnformasi Potensi Wilayah Kekeringan Meteorologis Provinsi Jawa Barat. | BMKG.

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak yang bisa terjadi seperti krisis air bersih, kekeringan di sektor pertanian, dan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Disisi lain sebanyak 757 kepala keluarga (KK) di Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi telah terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. BPBD Kabupaten Sukabumi bahkan turun langsung dengan menyalurkan 25.000 liter air bersih secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak dimana kekurangan air bersih mulai dirasakan warga sejak awal Juli 2026.

Baca Juga: Timnas Indonesia Bakal Hadapi Negara Peserta Piala Dunia 2026 di FIFA Matchday November

Dalam rilis terbarunya, BMKG juga telah memprakirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026. Namun karena adanya perbedaaan Zona Musim (ZOM) puncak kemarau tidak akan serentak bersamaan.

Data saat ini sekitar 48,81% wilayah mengalami puncak kemarau di bulan Agustus, sementara sebagian wilayah lainnya sudah lebih dulu di bulan Juli (12,26%) dan sebagian lagi pada September (25,41%).









Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT