SUKABUMIUPDATE.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi mengenai potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Jawa Barat pada periode 21–31 Agustus 2026. Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah yang masuk dalam kategori Awas.
Berdasarkan peta infografis yang dibagikan BMKG, wilayah potensi kekeringan yang masuk kategori Waspada adalah Pangandaran dan wilayah kategori Siaga meliputi Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Ciamis.
Sementara itu, wilayah dengan kategori Awas meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kota Banjar, Kota Bekasi, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Sumedang.
Lalu beberapa daerah yang tidak termasuk kedalam potensi wilayah kekeringan diantaranya Kota Depok, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung dan Sebagian Cimahi, Kota Tasikmalaya dan Kota Cirebon.
Potensi kekeringan meteorologis wilayah Jawa Barat dasarian III BMKG.
Baca Juga: Hasil Drawing AFC Challenge League 2026/27, Ini Calon Lawan Borneo FC di Grup D
BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak yang bisa terjadi seperti krisis air bersih, kekeringan di sektor pertanian, dan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan telah berdampak pada lumbung pangan di Kabupaten Sukabumi. Tercatat hingga 31 Juli 2026, Distan (Dinas Pertanian) sebanyak 8.925 hektare sawah dan tegalan mengalami kekeringan.
Dari 47 Kecamatan, Pabuaran menjadi wilayah di Kabupaten Sukabumi yang terdampak kekeringan sekitar 3.125 hektare. Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri memang telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlaku sejak 23 Juli hingga 30 September 2026, melalui Keputusan Bupati Sukabumi Nomor: 300.2.1/Kep. 624-BPBD/2026.
Editor : Ikbal Juliansyah