Sukabumi Update

Riset Robot Pencari Korban Bencana Antar Dua Pelajar Sukabumi ke Final KREASI di UGM

Dua pelajar SMPIT Adzkia 1 Sukabumi, Moch Faza Aunillah Zakaria dan Khaleed Naushad Fauzi, masuk babak final KREASI 2026 di UGM, Yogyakarta. | Foto: SMPIT Adzkia 1 Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar membanggakan datang dari Sukabumi. Di antara peserta Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026, nama dua pelajar SMPIT Adzkia 1, Moch Faza Aunillah Zakaria dan Khaleed Naushad Fauzi, berhasil memastikan langkah mereka menuju babak final di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Berdasarkan keterangan di situs resmi KREASI 2026, keduanya membawa nama Sukabumi hingga ke panggung final dalam kategori Matematika, Sains, Teknologi, dan Lingkungan (MSTL) jenjang SMP/MTS dengan nomor kelompok MT-01-028. Istimewanya, mereka menjadikan SMPIT Adzkia 1 sebagai satu-satunya sekolah asal Sukabumi yang berhasil lolos.

Perjalanan menuju titik ini bukan sesuatu yang datang begitu saja. Terdapat proses belajar, latihan, persiapan, kegigihan, hingga keberanian untuk mencoba dan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah. Bagi keluarga besar SMPIT Adzkia 1 Sukabumi, keberhasilan tersebut adalah cerita tentang bagaimana siswa diberikan ruang untuk bertumbuh.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Faza dan Khaleed. Mereka menunjukkan bahwa dengan kesungguhan, kerja keras, dan doa, anak-anak Adzkia mampu berkompetisi dan membawa nama Sukabumi ke tingkat yang lebih luas,” ungkap perwakilan SMPIT Adzkia 1 Sukabumi, dikutip sukabumiupdate.com, Minggu (20/9/2026).

Baca Juga: Riset DIR: Trust Publik Muncul di Tengah Polemik MBG, Modal Awal Kepala BGN Baru Benahi Program

Dari Sukabumi Menuju Yogyakarta

Perjalanan Faza dan Khaleed belum selesai. Justru tantangan yang lebih besar telah menanti. Babak final KREASI 2026 akan berlangsung pada 17-19 Oktober 2026 di kampus UGM, Yogyakarta. Dua pelajar SMPIT Adzkia 1 tersebut bersiap kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan peserta dan juri pada babak penentuan.

Topik riset dan inovasi yang mereka kembangkan adalah robot pencari dan pendeteksi korban bencana berbasis multi-sensor dengan sistem tracked pada lingkungan berlumpur untuk meningkatkan efisiensi penyelamatan. Bagi Faza dan Khaleed, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga membawa nama sekolah dan daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Robot hasil inovasi dua pelajar SMPIT Adzkia 1 Sukabumi, Moch Faza Aunillah Zakaria dan Khaleed Naushad Fauzi. | Foto: SMPIT Adzkia 1 SukabumiRobot hasil inovasi dua pelajar SMPIT Adzkia 1 Sukabumi, Moch Faza Aunillah Zakaria dan Khaleed Naushad Fauzi. | Foto: SMPIT Adzkia 1 Sukabumi

“Kami sangat bersyukur bisa sampai ke tahap final. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk SMPIT Adzkia 1 dan Sukabumi. Mohon doa agar kami bisa menjalani final dengan lancar dan mendapatkan hasil terbaik,” kata keduanya.

Dukungan pun terus mengalir dari para guru, teman-teman, dan orang tua. Keluarga besar SMPIT Adzkia 1 Sukabumi menilai keberhasilan kedua siswa tersebut adalah kebanggaan bersama. Sekolah berharap perjalanan menuju final menjadi momentum bagi keduanya untuk terus belajar, berproses, dan mengambil sebanyak mungkin pengalaman.

“Yang terpenting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana anak-anak belajar berjuang, berani tampil, dan memberikan kemampuan terbaiknya. Kami akan terus mendampingi dan mendoakan mereka,” ujar perwakilan.

Kini, doa dan dukungan keluarga besar SMPIT Adzkia 1 Sukabumi mengiringi langkah Moch Faza Aunillah Zakaria dan Khaleed Naushad Fauzi menuju Yogyakarta. Dari Sukabumi, mereka membawa satu pesan sederhana: berani bermimpi, berproses, dan memberikan yang terbaik.

Editor : Oksa Bachtiar Camsyah

Tags :
BERITA TERKAIT