SUKABUMIUPDATE.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan dini cuaca untuk wilayah Jawa Barat pada 5-7 Oktober 2026. Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama tiga hari berturut-turut.
Berdasarkan prakiraan BMKG, pada Senin (5/10/2026), Kabupaten Sukabumi masuk dalam wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Cianjur.
Memasuki Selasa (6/10/2026), potensi hujan sedang hingga lebat masih diprakirakan terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kota Sukabumi juga masuk dalam wilayah yang perlu mewaspadai kondisi cuaca tersebut.
Selain Sukabumi, BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat pada Selasa terjadi di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kabupaten Cianjur. Sementara itu, Kabupaten Garut berpotensi mengalami angin kencang.
Baca Juga: Wasit Uzbekistan Ahrol Risqullaev Pimpin Final Timnas Indonesia vs Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026
Lalu pada Rabu (7/10/2026), potensi hujan sedang hingga lebat masih diprakirakan terjadi di Kabupaten Sukabumi. Wilayah lain yang masuk dalam kategori waspada pada hari tersebut adalah Kabupaten Bogor.
Potensi Hujan Menurun Menjelang Akhir Pekan
BMKG juga menyampaikan bahwa dalam satu minggu ke depan, sejumlah fenomena atmosfer masih dapat memengaruhi pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat, terutama pada awal pekan.
Namun, peluang terjadinya hujan diprakirakan cenderung menurun secara signifikan menjelang akhir pekan.
Pada skala global, dinamika atmosfer menunjukkan indeks ENSO berada pada nilai +2,72 yang mengindikasikan kondisi El Nino sangat kuat. Kondisi tersebut diperkuat dengan fase Indian Ocean Dipole (IOD) positif serta tren menguatnya Monsun Australia yang berpotensi membatasi suplai uap air ke wilayah Indonesia.
Meski demikian, kondisi atmosfer lokal masih memungkinkan terjadinya pertumbuhan awan hujan. Kelembapan udara pada lapisan 850-500 milibar (mb) berada pada kisaran 30-80 persen.
Baca Juga: Solusi Penerangan di Desa Bumisari, Mahasiswa KKN Nusa Putra Pasang Lampu Jalan Tenaga Surya
Kondisi tersebut, yang dipadukan dengan labilitas atmosfer lokal yang bervariasi dari kategori labil ringan hingga sedang, masih dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif dan memicu hujan lokal di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Sukabumi.
Masyarakat di Sukabumi diimbau tetap mewaspadai perubahan cuaca, khususnya saat terjadi pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu relatif singkat.
Sumber: BMKG
Editor : Ikbal Juliansyah