Sukabumi Update

Asap Karhutla di Langit Indonesia, Peneliti Ungkap Potensi Paparan Lebih Parah

Ilustrasi Asap Karhutla (Sumber: dok ai)

SUKABUMIUPDATE.com - Langit Indonesia kita dipenuhui paparan asap karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di Kalimantan, Sumatera dan Papua. Asap bahkan masih mengganggu aktivitas warga di sejumlah negara tetangga.

Peneliti Ahli Muda di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ardhi Adhary Arbain meminta pemerintah memperkuat pemadaman dan penegakan hukum untuk mencegah penyebaran asap kebakaran hutan dan lahan meluas.

Dia memprediksi asap kebakaran hutan dan lahan bisa menyebar ke Jawa dan Jakarta ketika arah angin berubah pada November-Desember 2026. "Kalau belum ada tindak lanjut nanti Jakarta dan Jawa itu kena sebaran asapnya," kata dia, Kamis, 15 Oktober 2026.

Baca Juga: 349 Bangunan di Bogor dan Sukabumi Rusak, 1 Warga Terluka: Dampak Gempa Gunung Salak

Melansir tempo.co, pada Agustus 2026 lalu, Ardhi mengatakan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menyebarkan partikel halus PM2 menuju Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Filipina. Pergerakan itu dipengaruhi angin tenggara yang berkaitan dengan monsun Australia.

Namun, kini, pergerakan asap cenderung terkonsentrasi di sekitar khatulistiwa. "Sekarang arah anginnya sudah mulai berubah. Kalau terjadi kebakaran, yang terdampak daerah dekat khatulistiwa, seperti Brunei, Malaysia, dan Singapura," kata dia.

Ardhi menggunakan model Weather Research and Forecasting coupled with Chemistry (WRF-Chem) untuk mempelajari pergerakan polutan. Model ini menggabungkan simulasi kondisi meteorologi dan proses kimia di atmosfer. Data emisi kebakaran, informasi meteorologi, dan hasil penginderaan jauh digunakan untuk memperkirakan penyebaran PM2.5.

Baca Juga: Klarifikasi Korban KDRT di Sukabumi: Ungkap Kronologi Disayat Suami, Berharap Pulih dan Tak Lapor Polisi

Berdasarkan kajian sementara, Ardhi memperkirakan kebakaran hutan dan lahan tahun ini berpotensi lebih parah dibandingkan dengan 2015. Sumber kebakaran juga meluas hingga Papua. Asap dari wilayah tersebut bergerak menuju Maluku dan Sulawesi, memperluas daerah yang berisiko mengalami penurunan kualitas udara.

Dia mengatakan asap kebakaran hutan dan lahan berpotensi menyebar ke Jawa ketika arah angin berubah pada November-Desember 2026. Perubahan pola angin akibat peralihan monsun, ditambah mundurnya musim hujan karena fenomena El Niño, dapat memperburuk kondisi udara bila kebakaran belum berhasil dipadamkan.

Dia pun meminta pemerintah meningkatkan intensitas pemadaman. Peralatan pemadaman, menurut dia, perlu diperkuat terutama di kawasan yang sulit dijangkau. Pemadaman itu juga perlu disertai penegakan hukum. Pemerintah perlu mencegah pembakaran lahan berulang serta menindak pelanggaran dalam pembukaan lahan.

Baca Juga: IRT Ditemukan Tewas di Ciemas Sukabumi, Anak Korban Ungkap Chat dan Sebut Teman Pria

"Lebih penting adalah penegakan hukumnya. Jangan sampai ada yang membakar lagi. Perizinan lahan juga harus ditegakkan, jangan asal membuka lahan," ujar dia.

Prabowo sebelumnya sempat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Rapat diikuti Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta panglima komando daerah militer dan kepala kepolisian daerah kedua provinsi tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman. Penanganan dipusatkan di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.

Baca Juga: Tersembunyi di Kaki Gunung Salak, Sungai Citiis Tawarkan Pesona Alam yang Menenangkan

Menurut Teddy, operasi darat melibatkan lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap hari. Operasi darat juga didukung pemadaman melalui udara menggunakan pengeboman air (water bombing) di sejumlah wilayah untuk mempercepat pemadaman api.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT