SUKABUMIUPDATE.com - Cuaca panas menyengat dirasakan sejumlah warga Kota dan Kabupaten Sukabumi dalam beberapa waktu terakhir, terutama saat menjelang siang hingga sore hari pada Oktober 2026.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih berdiam diri di rumah atau berteduh daripada beraktivitas di luar ruangan.
Pada Minggu (18/10/2026), aplikasi cuaca mencatat suhu udara di Sukabumi berkisar antara 20 hingga 32 derajat Celsius. Meski demikian, cuaca terasa cukup terik, terutama di sejumlah wilayah yang belum diguyur hujan.
Keluhan tersebut salah satunya dirasakan Ryan, warga Warudoyong, Kota Sukabumi. Ia mengaku merasakan panas menyengat saat beraktivitas di luar rumah pada siang hari.
“Panas iya, saya tadi siang keluar rumah mau beli makan, terasa menyengat aja siang-siang tuh” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Wisata Situ Rawa Gede, Bisa Camping dan Menikmati Kopi Lokal di Sukamakmur
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemantauan iklim pada awal Oktober 2026 menunjukkan fenomena El Niño masih berlangsung dengan intensitas sangat kuat.
Kondisi tersebut terlihat dari anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 yang mencapai +3,33 derajat Celsius serta indeks ENSO tiga bulanan periode Agustus-September-Oktober (ASO) sebesar +3,08.
Pada saat yang sama, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) dasarian tercatat sebesar +0,703, relatif mendekati indeks bulanan September yang mencapai +0,72.
BMKG menjelaskan, kondisi El Niño kategori sangat kuat yang disertai IOD positif cenderung mengurangi potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Di tengah kondisi atmosfer yang relatif kering, suhu udara tinggi pun menjadi salah satu hal yang dirasakan masyarakat di sejumlah daerah.
Baca Juga: Pelaku Diringkus Saat Sembunyi di Saung, Motif Pembunuhan IRT di Ciemas Sukabumi Didalami
Suhu di Jabar Oktober 2026 Pernah Tembus 37 Derajat Celcius
BMKG mencatat suhu udara maksimum di atas 37°C pada sebagian wilayah pada 12-13 Oktober 2026, di beberapa wilayah seperti di Lampung (38.2°C), Papua Selatan (37,4°C), Kalimantan Selatan (37,4°C), Jawa Barat (37,8°C), dan Jawa Tengah (37,8°C).
Menurut BMKG, tingginya suhu udara dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya posisi semu matahari yang berada di selatan ekuator serta minimnya tutupan awan.
“Hal ini menyebabkan radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal dan mengakibatkan suhu udara yang cukup tinggi di sebagian besar wilayah indonesia, khususnya bagian selatan,” tulis BMKG.
Prakiraan Hujan di Sukabumi
Meski cuaca panas masih dirasakan masyarakat, BMKG Jawa Barat memprakirakan terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Jawa Barat selama periode 19-25 Oktober 2026.
Selain itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi secara lokal dalam durasi singkat di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai Berlaku 2027, Ini Penjelasan Mendikdasmen
Berikut prakiraan wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang:
- Senin, 19 Oktober 2026: Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
- Rabu, 21 Oktober 2026: Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung.
- Jumat, 23 Oktober 2026: Kabupaten dan Kota Bogor.
- Sabtu, 24 Oktober 2026: Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.
- Minggu, 25 Oktober 2026: Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, serta Kabupaten dan Kota Sukabumi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering selama periode tersebut.
Masyarakat disarankan menggunakan tabir surya untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Langkah tersebut penting dilakukan untuk membantu mencegah dehidrasi dan kelelahan akibat paparan panas.
Editor : Ikbal Juliansyah