SUKABUMIUPDATE.com – Baru saja terjadi kecelakaan laut di Pantai Istiqomah, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (27/10/2026) siang.
Diberitakan sebelumnya, seorang wisatawan asal Kota Bogor meninggal dunia setelah terseret ombak saat berenang bersama anaknya. Sementara itu, sang anak yang berusia 11 tahun berhasil diselamatkan petugas penjaga pantai.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Taufik Hidayat (41), warga Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Adapun anaknya inisal AM, berhasil selamat setelah dievakuasi petugas.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah adanya peringatan dini gelombang tinggi yang sebelumnya dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bidang maritim untuk wilayah pesisir Sukabumi.
Baca Juga: 4 Doa Saat Musim Hujan Tiba Untuk Memohon Berkah dan Perlindungan Allah SWT
Dalam peringatan tersebut, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di perairan Sukabumi mencapai 2,5 hingga 4 meter pada periode 24–27 Oktober 2026.
"Kategori Gelombang TINGGI, Perairan Sukabumi Perairan Cianjur, Perairan Garut, Perairan Tasikmalaya, Perairan Pangandaran," tulis BMKG
Berdasarkan kondisi sinoptik, pola angin di wilayah Jakarta dan Jawa Barat bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 4–20 knot. Sementara itu, di wilayah Jawa Barat bagian selatan, angin umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 6–25 knot.
Kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot diprediksi terjadi di Perairan Cirebon, Perairan Indramayu, Perairan Tasikmalaya, Perairan Cianjur, dan Perairan Garut. Adapun kecepatan angin maksimum hingga 25 knot diprakirakan terjadi di Perairan Sukabumi.
Baca Juga: Terseret Ombak Pantai Istiqomah Sukabumi, Ayah Asal Bogor Meninggal Dunia, Anak Selamat
Untuk periode 28–31 Oktober 2026, tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, termasuk perairan di sekitar pesisir Sukabumi, diprakirakan berada pada kisaran 1,25–2,5 meter.
Selain potensi gelombang tinggi, BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan ketinggian air laut yang dapat memicu banjir rob. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fase bulan purnama pada 26 Oktober 2026 dan fase perigee pada 29 Oktober 2026.
Khusus wilayah pesisir Sukabumi, potensi banjir rob diprakirakan berlangsung pada periode 25–31 Oktober 2026.
Masyarakat, khususnya wisatawan yang beraktivitas di kawasan pantai, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gelombang laut dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan.
Editor : Ikbal Juliansyah