SUKABUMIUPDATE.com - Banyak daerah di Pulau Jawa termasuk Sukabumi serempak mengalami hujan pada 27-29 Oktober 2026. Bahkan di wilayah Sukabumi Kota pada Kamis, 29 Oktober 2026 cuaca mendung terjadi sejak pagi.
Mungkin banyak yang bertanya apa penyebab hujan merata di Pulau Jawa ini dan apakah musim hujan sudah tiba?
Menurut Erma Yulihastin, seorang peneliti BRIN yang ahli di bidang atmosfer dan meteorologi, kondisi hujan yang melanda banyak daerah di Pulau Jawa ini berkaitan dengan fenomena yang disebut Atmospheric River (AR).
Hal tersebut diungkapkan Erma dalam sebuah postingan media sosial Instagram @ermayulihastin pada 28 Oktober 2026.
“Hujan merata di Jawa? Ini penyebabnya: Atmospheric River yg sedang aktif di Australia, penyebab hujan merata selama beberapa hari terakhir di Indonesia, khususnya Indonesia bagian selatan (Jawa),” tulisnya dalam captions postingan tersebut.
Fenomena Atmospheric River ini membentang dari daratan Australia hingga ke Pulau Jawa.
“Fenomena AR ditandai aliran kelembapan tinggi di permukaan troposfer (1-3 km) sepanjang lebih dari 3000 km secara lintasan horisontal. AR sering terbentuk di Australia, yang bisa memanjang hingga ke selatan Indonesia. AR di Australia ini berasosiasi dg hujan intensitas tinggi pemicu banjir,” tambahnya.
Fenomena Atmospheric River yang membentang dari daratan Australia sampai ke wilayah Indonesia
Baca Juga: Paksa Hapus Video Pengeroyokan Peserta Aksi #indonesiasadar, AMSI Kecam Intimidasi Jurnalis di Bogor
Apa itu Atmospheric River?
Mengutip dari laman NOAA.gov, Atmospheric River atau sungai atmosfer adalah aliran panjang dan relatif sempit di atmosfer yang membawa uap air dalam jumlah besar dari wilayah tropis atau subtropis menuju daerah lain.
Fenomena ini sering digambarkan seperti sungai yang mengalir di langit, tetapi bukan berupa air cair seperti sungai di permukaan Bumi. Atmospheric River dapat membawa kelembapan melintasi ribuan kilometer.
Ketika aliran udara lembap ini mencapai daratan dan terdorong naik oleh pegunungan atau sistem cuaca, uap airnya dapat mengembun dan menghasilkan hujan lebat, bahkan salju di wilayah bersuhu dingin.
Proses terbentuknya sungai atmosfer dapat dijelaskan melalui beberapa tahapan:
- Penguapan air laut. Panas matahari menyebabkan air laut menguap dan menambah kandungan uap air di atmosfer.
- Pengangkutan uap air. Angin dan sistem sirkulasi atmosfer membawa udara yang kaya kelembapan dalam jalur panjang menuju wilayah lain.
- Pergerakan menuju daratan. Aliran tersebut dapat bergerak dari lautan menuju pesisir dan masuk ke daratan.
- Terjadinya hujan lebat. Ketika udara lembap naik, mendingin, dan mengalami kondensasi, uap air berubah menjadi titik-titik air yang dapat menghasilkan hujan deras.
Atmospheric River merupakan fenomena alam yang bisa terjadi secara alami dan tidak selalu menimbulkan bencana. Dampaknya sangat bergantung pada jumlah uap air yang dibawa, durasi kejadian, kondisi atmosfer, serta karakteristik wilayah yang dilewatinya.
Dan menurut NASA Earthdata, Atmospheric River dapat memberikan manfaat bagi ketersediaan air, tetapi juga berpotensi memicu bencana jika membawa kelembapan dalam jumlah besar dan berlangsung lama.
Editor : Dede Imran