SUKABUMIUPDATE.com - Risiko kanker dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk genetik, lingkungan, dan gaya hidup. Salah satu aspek gaya hidup yang dapat dimodifikasi adalah pola makan. Berikut ini 7 jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi untuk menurunkan risiko kanker:
1. Daging olahan (Processed Meat)
Contoh: sosis, bacon, ham, hot dog, daging asap. Daging olahan telah diklasifikasikan sebagai karsinogen (zat yang dapat menyebabkan kanker) oleh badan kesehatan internasional karena mengandung nitrat, nitrit, dan bahan kimia lain yang dapat merusak DNA sel dan meningkatkan risiko kanker usus besar dan jenis kanker lainnya.
Baca Juga: Timnas Maroko Gigit Jari, Gol Tunggal Pape Gueye Pastikan Senegal Juara Piala Afrika!
2. Daging merah berlebih (Red Meat)
Termasuk daging sapi, babi, kambing, domba. Konsumsi daging merah yang tinggi telah terkait dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, terutama jika dimasak pada suhu tinggi (seperti digoreng atau dipanggang) yang menghasilkan senyawa karsinogenik seperti amina heterosiklik dan hidrokarbon aromatik polisiklik.
3. Makanan ultra-olahan (Ultra-processed Foods)
Makanan siap saji, camilan kemasan, pizza beku, keripik, produk pabrik lainnya. Makanan ultra-olahan sering kali tinggi gula, garam, lemak jenuh, dan bahan tambahan yang dapat memicu peradangan kronis dan telah dikaitkan dengan risiko kanker lebih tinggi.
4. Minuman beralkohol (Alcohol)
Minuman beralkohol tidak hanya dapat merusak organ tubuh tetapi juga meningkatkan risiko beberapa jenis kanker seperti kanker usus besar, hati, mulut, dan payudara. Alkohol dipecah menjadi asetaldehida senyawa karsinogenik yang dapat merusak DNA.
Baca Juga: Korban Terseret Ombak di Pantai Sunset Sukabumi Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang
5. Makanan tinggi gula dan minuman manis
Termasuk soda, minuman berpemanis, makanan manis. Konsumsi berlebihan gula dapat memicu obesitas salah satu faktor risiko kanker serta gangguan metabolik seperti resistensi insulin yang berhubungan dengan beberapa jenis kanker.
6. Gorengan / makanan yang dimasak terlalu matang
Contoh: kentang goreng, gorengan tepung. Memasak makanan dalam suhu sangat tinggi atau menggoreng dapat menghasilkan akrilamida, senyawa hasil reaksi antara gula dan asam amino yang diduga bersifat karsinogenik.
7. Makanan dengan bahan tambahan dan pewarna buatan
Makanan yang mengandung zat pewarna, pengawet, atau bahan tambahan pangan lainnya bisa menambah beban racun dalam tubuh dan diduga meningkatkan risiko kanker pada saluran pencernaan bila dikonsumsi berkepanjangan.
Pola makan yang baik merupakan salah satu kunci penting dalam pencegahan kanker. Menghindari atau membatasi makanan yang dapat meningkatkan risiko kanker adalah langkah pencegahan yang direkomendasikan ahli kesehatan.
Baca Juga: Resep Nasi Gurih Ayam Pedas Rice Cooker, Menu Praktis, Wangi dan Gurih untuk Sarapan
Sumber: Berbagai Sumber
Editor : Silvi Maharani