SUKABUMIUPDATE.com - Epilepsi merupakan salah satu gangguan saraf yang cukup sering terjadi pada anak. Kondisi ini berkaitan dengan aktivitas listrik otak yang tidak normal sehingga memicu kejang berulang.
Meski sering menimbulkan kekhawatiran, epilepsi pada anak dapat dikelola dengan pengobatan dan perawatan yang tepat agar anak tetap dapat tumbuh dan beraktivitas secara optimal.
Epilepsi didefinisikan sebagai kondisi kejang yang terjadi dua kali atau lebih tanpa penyebab yang jelas, seperti demam atau cedera akut. Kejang pada epilepsi tidak selalu ditandai dengan tubuh kaku dan mulut berbusa. Pada anak, kejang dapat muncul dalam berbagai bentuk dan terkadang sulit dikenali.
Apa Itu Epilepsi pada Anak?
Epilepsi terjadi akibat gangguan pada sistem saraf pusat, khususnya otak. Saat terjadi kejang, sel-sel saraf di otak mengirimkan sinyal listrik secara berlebihan dan tidak teratur. Akibatnya, tubuh anak bereaksi dengan gerakan, perubahan kesadaran, atau perilaku tertentu yang muncul tiba-tiba.
Baca Juga: Mengenal Kecerdasan Kinestetik pada Anak dan Cara Mengembangkannya
Kejang epilepsi bisa terjadi kapan saja, bahkan saat anak sedang bermain atau beristirahat. Setelah kejang berhenti, sebagian anak dapat kembali beraktivitas seperti biasa, sementara yang lain mungkin merasa lelah atau bingung sesaat.
Gejala Epilepsi pada Anak
Gejala epilepsi pada anak sangat bervariasi, tergantung pada bagian otak yang terlibat. Beberapa anak mengalami kejang yang jelas terlihat, seperti tubuh kaku, tangan dan kaki tersentak, atau tiba-tiba terjatuh. Namun, ada pula gejala yang lebih halus, misalnya anak tampak bengong, tidak merespons saat dipanggil, atau berkedip cepat berulang kali.
Tanda lain yang dapat muncul meliputi gerakan kepala berulang, perubahan warna bibir menjadi kebiruan, serta pola napas yang tidak normal.
Karena beberapa gejala mirip dengan kondisi kesehatan lain, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter jika melihat tanda-tanda tersebut.
Penyebab Epilepsi pada Anak
Epilepsi pada anak dapat dipicu oleh berbagai faktor. Cedera kepala, infeksi otak, keracunan, atau gangguan perkembangan otak sejak dalam kandungan merupakan beberapa penyebab yang diketahui. Meski demikian, pada banyak kasus, penyebab pasti epilepsi tidak selalu dapat ditemukan.
Setiap anak dapat mengalami jenis epilepsi yang berbeda, tergantung usia, kondisi kesehatan lain, serta area otak yang terdampak. Hal inilah yang membuat respons terhadap pengobatan juga bisa berbeda pada setiap anak.
Baca Juga: Main Fee Proyek dan CSR, KPK Ringkus Wali Kota dalam OTT di Madiun
Apakah Epilepsi pada Anak Bisa Sembuh?
Epilepsi pada anak umumnya tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, kabar baiknya, banyak anak dapat mencapai kontrol kejang yang baik dengan pengobatan rutin. Bahkan, sebagian anak bisa bebas kejang dalam jangka waktu lama dan menjalani kehidupan sehari-hari secara normal.
Keberhasilan pengendalian epilepsi sangat bergantung pada kepatuhan pengobatan, pemantauan medis, dan dukungan keluarga.
Pilihan Pengobatan Epilepsi
Pengobatan utama epilepsi pada anak adalah penggunaan obat antiepilepsi yang diminum secara teratur sesuai anjuran dokter. Dosis obat akan disesuaikan dengan usia, berat badan, dan respons tubuh anak.
Jika satu jenis obat belum efektif, dokter dapat mengganti atau menambahkan obat lain.
Pada kondisi tertentu, bila obat tidak mampu mengendalikan kejang, pilihan lain seperti operasi otak, terapi stimulasi saraf vagus, atau terapi diet khusus dapat dipertimbangkan. Semua keputusan pengobatan harus melalui evaluasi medis menyeluruh.
Perawatan di Rumah dan Dukungan Orang Tua
Peran orang tua sangat penting dalam perawatan epilepsi pada anak. Orang tua perlu memastikan anak minum obat tepat waktu, mengenali pemicu kejang seperti kurang tidur atau stres, serta memberitahu guru dan lingkungan sekitar mengenai kondisi anak.
Dengan perawatan yang konsisten, edukasi yang tepat, dan dukungan emosional, anak dengan epilepsi tetap dapat tumbuh sehat, percaya diri, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.
Baca Juga: Rencana KDMP Tuai Penolakan, Warga Tagih Janji Pembangunan RSUD Sukalarang Sukabumi
Epilepsi pada anak adalah gangguan saraf yang menyebabkan kejang berulang akibat aktivitas otak yang tidak normal. Meski tidak selalu bisa disembuhkan, kondisi ini dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat dan perawatan berkelanjutan.
Dukungan keluarga dan pemantauan medis menjadi kunci utama agar anak dapat menjalani hidup yang aman dan berkualitas.
Sumber: webmd
Editor : Emi Amelia