Sukabumi Update

Bapperida Sukabumi Apresiasi Inovasi KUCING UNYU untuk Cegah Kecacingan dan Stunting

Fungsional Perencana Ahli Muda Bapperida Kabupaten Sukabumi, Irvan Avianto saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran KUCING UNYU Puskesmas Kabandungan. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi mengapresiasi peluncuran inovasi kesehatan "KUCING UNYU" (Gunting Kuku Mencegah Kecacingan dan Stunting Secara Kontinu). Inovasi yang digagas Puskesmas Kabandungan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat lokal.

Hadir dalam peluncuran di SD Cipeuteuy, Rabu (14/1/2026), Fungsional Perencana Ahli Muda Bapperida Kabupaten Sukabumi, Irvan Avianto, menyampaikan bahwa inovasi KUCING UNYU merupakan contoh nyata dari praktik baik (best practice) yang sangat dibutuhkan dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat, khususnya terkait ancaman penyakit kecacingan dan stunting pada anak di bawah 12 tahun.

“Kami menyampaikan apresiasi atas peluncuran dan peresmian inovasi Kucing Unyu sebagai praktik baik dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan dan pencegahan stunting,” ujar Irvan.

Baca Juga: KUCING UNYU, Inovasi Puskesmas Kabandungan Cegah Anak Cacingan Lewat Rutin Gunting Kuku

Ia menambahkan, inovasi berbasis pencegahan seperti KUCING UNYU perlu terus didorong dan diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan daerah agar memberikan dampak berkelanjutan.

Sebelumnya diberitakan, Puskesmas Kabandungan resmi meluncurkan inovasi KUCING UNYU di SD Cipeuteuy sebagai respons atas masih tingginya kasus kecacingan yang berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Cucu Sumintardi, serta melibatkan seluruh kepala desa, kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMP, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, baik secara luring maupun daring melalui Zoom.

Kepala Puskesmas Kabandungan, Ni Nyoman Werti, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan hasil evaluasi mendalam atas kasus kecacingan yang menimpa almarhumah Balita Raya pada Agustus 2025 lalu. Peristiwa tersebut menjadi momentum bagi puskesmas untuk memperkuat upaya pencegahan berbasis perilaku hidup bersih.

Meski pengobatan cacing massal rutin dilakukan, Nyoman mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan sampel feses terhadap 432 anak masih menunjukkan lebih dari 10 persen atau sekitar 44 anak mengalami kecacingan.

“Artinya, pengobatan saja tidak cukup. Kami harus menyasar akar permasalahan,” ujarnya.

Baca Juga: Antusias Pelajar Sukabumi, Hidup Sehat Tanpa Cacingan dengan KUCING UNYU

Hasil pemantauan lapangan menunjukkan rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama kebiasaan anak-anak yang memiliki kuku panjang dan kotor, sehingga berpotensi menjadi media penularan cacing.

“Penularan cacing banyak terjadi dari kuku tangan yang kotor masuk ke mulut. Maka dipilih cara paling sederhana dan murah, yaitu gunting kuku secara rutin,” jelas Nyoman.

Program KUCING UNYU dirancang berkelanjutan dengan melibatkan sekolah dan pembina desa dari puskesmas. Sekolah diminta menjadwalkan kegiatan gunting kuku minimal satu kali dalam sepekan, sementara puskesmas melakukan pemantauan rutin setiap bulan.

Nyoman menegaskan bahwa kecacingan memiliki keterkaitan erat dengan stunting karena mengganggu penyerapan nutrisi pada anak.

“Gunting kuku mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya besar bagi pencegahan kecacingan dan stunting,” katanya.

Ia berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan media, terus mengalir agar inovasi KUCING UNYU dapat berjalan berkesinambungan.

“Semua harus terlibat agar tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal hanya karena persoalan kebersihan dasar,” pungkasnya. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT