Sukabumi Update

Mengenal Herpes pada Anak: Gejala, Penanganan, dan Cara Pencegahannya

Ilustrasi Mengenal Herpes pada Anak: Gejala, Penanganan, dan Cara Pencegahannya (Sumber: Freepik/@freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Herpes tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak. Infeksi ini kerap membuat orang tua khawatir karena menimbulkan rasa nyeri, demam, dan ketidaknyamanan yang dapat mengganggu aktivitas anak. 

Meski terlihat sepele, herpes perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi maupun penularan ke orang lain.

Herpes pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1). Virus ini paling sering menyerang area mulut dan bibir, sehingga dikenal sebagai herpes oral. Infeksi awal sering kali tidak langsung disadari hingga muncul gejala yang cukup jelas.

Apa itu Herpes pada Anak?

Herpes merupakan infeksi virus yang menyebabkan peradangan pada mulut, gusi, dan bibir. Kondisi ini dapat menimbulkan luka atau lepuhan kecil berisi cairan yang terasa nyeri. 

Baca Juga: Korban Terakhir di Pantai Sunset Cisolok Ditemukan Nelayan Setelah 3 Hari Pencarian

Pada infeksi pertama, gejala bisa lebih berat karena tubuh anak belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.

Meski luka dapat sembuh, virus herpes tidak benar-benar hilang dari tubuh. Virus akan “tidur” di dalam sistem saraf dan dapat aktif kembali ketika daya tahan tubuh anak menurun, misalnya saat sakit, kelelahan, atau stres.

Gejala Herpes pada Anak

Gejala herpes pada anak dapat berbeda-beda. Beberapa anak hanya mengalami keluhan ringan, sementara yang lain merasakan gejala cukup berat. Tanda awal yang sering muncul meliputi demam, rewel, serta penurunan nafsu makan atau minum.

Setelah itu, biasanya muncul lepuhan di sekitar mulut atau bibir. Lepuhan ini dapat membesar, pecah, mengeluarkan cairan, lalu mengering. Anak juga sering mengeluh gatal, perih, atau nyeri di area mulut selama beberapa hari. Luka herpes umumnya akan sembuh dalam waktu 10–14 hari tanpa meninggalkan bekas.

Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter jika anak menolak minum, tampak lemas, atau menunjukkan tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil dan bibir kering.

Penyebab Herpes pada Anak

Herpes pada anak sangat mudah menular. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita, seperti berciuman, berbagi alat makan, handuk, atau mainan. Bahkan, virus sudah dapat menular sebelum lepuhan terlihat di kulit.

Anak dengan daya tahan tubuh lemah lebih rentan mengalami infeksi herpes maupun kekambuhan. Paparan sinar matahari berlebihan dan kelelahan juga dapat memicu munculnya kembali gejala.

Baca Juga: Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Rumah Warga di Waluran Sukabumi Tertimpa Pohon

Diagnosis dan Pengobatan

Diagnosis herpes pada anak biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan riwayat gejala. Dokter dapat mengenali herpes dari ciri khas luka di mulut. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan tambahan seperti tes darah atau sampel luka mungkin diperlukan.

Pengobatan herpes bertujuan untuk meredakan gejala dan mempercepat penyembuhan, bukan menghilangkan virus sepenuhnya. Dokter dapat meresepkan obat antivirus yang bekerja paling efektif jika diberikan sejak gejala awal muncul. Selain itu, anak juga perlu cukup istirahat dan asupan cairan agar tubuhnya mampu melawan infeksi.

Cara Mencegah Herpes pada Anak

Pencegahan berperan penting untuk menghindari penularan herpes. Orang tua dianjurkan untuk membiasakan anak menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan secara rutin dan tidak berbagi peralatan pribadi. Hindari pula kontak langsung dengan orang yang sedang mengalami herpes aktif.

Jika anak sedang terkena herpes, sebaiknya ia beristirahat di rumah hingga benar-benar pulih untuk mencegah penularan ke teman-temannya.

Herpes pada anak merupakan infeksi virus yang umum terjadi dan mudah menular. Meski tidak berbahaya jika ditangani dengan baik, kondisi ini tetap memerlukan perhatian orang tua.

Baca Juga: Bapperida Sukabumi Apresiasi Inovasi KUCING UNYU untuk Cegah Kecacingan dan Stunting

 Dengan mengenali gejala sejak dini, memberikan perawatan yang tepat, serta menerapkan langkah pencegahan, kesehatan dan kenyamanan anak dapat tetap terjaga.

Sumber: hellosehat

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT