Sukabumi Update

Jangan Abai! Ini 7 Tanda Keputihan Saat Hamil Trimester 3 yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi Jangan Abai! Ini 7 Tanda Keputihan Saat Hamil Trimester 3 yang Perlu Diwaspadai (Sumber: Freepik/@freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Keputihan saat hamil tua sering membuat ibu hamil merasa cemas, terutama ketika waktu persalinan semakin dekat. Padahal, pada sebagian besar kasus, keputihan merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan hormon serta persiapan menjelang kelahiran bayi. 

Meski begitu, tidak semua keputihan bisa dianggap normal. Ibu hamil tetap perlu memahami perbedaannya agar kesehatan diri dan janin tetap terjaga.

Memasuki kehamilan trimester 3, kadar hormon estrogen dan progesteron meningkat pesat. Kondisi ini mempengaruhi produksi lendir di area kewanitaan sehingga keputihan saat hamil trimester 3 bisa muncul lebih sering dan jumlahnya bertambah. Lendir ini berfungsi menjaga kebersihan vagina sekaligus melindungi jalan lahir dari infeksi menjelang persalinan.

Keputihan Normal pada Hamil Trimester 3

Keputihan yang masih tergolong normal umumnya berwarna bening atau putih susu, tidak berbau menyengat, serta tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri. Teksturnya bisa cair hingga sedikit kental. 

Menjelang persalinan, keputihan juga dapat terlihat lebih pekat dan kadang bercampur sedikit darah yang dikenal sebagai bloody show. Selama tidak disertai keluhan lain, kondisi ini masih dianggap aman.

Baca Juga: Mengenal Hiperakusis pada Anak: Ketika Suara Biasa Terasa Menyakitkan

Tanda Keputihan yang Perlu Diwaspadai

Meski sebagian besar keputihan bersifat normal, ibu hamil perlu waspada jika terjadi perubahan tertentu. Berikut beberapa kondisi keputihan saat hamil trimester 3 yang perlu diwaspadai:

1. Perubahan warna tidak wajar

Keputihan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu dapat menandakan adanya infeksi, baik infeksi bakteri maupun infeksi menular seksual. Biasanya kondisi ini juga disertai bau tidak sedap.

2. Bau amis atau menyengat

Keputihan normal tidak berbau tajam. Jika aromanya menjadi amis atau busuk, bisa jadi terjadi ketidakseimbangan bakteri di vagina, seperti pada vaginosis bakterialis.

3. Tekstur menggumpal seperti keju

Keputihan yang sangat kental, menggumpal, dan menyerupai keju umumnya berkaitan dengan infeksi jamur. Kondisi ini sering disertai rasa gatal dan tidak nyaman.

4. Timbul rasa gatal, panas, atau nyeri

Rasa perih atau nyeri pada area kewanitaan menandakan adanya iritasi atau infeksi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

5. Keluar darah segar

Jika keputihan disertai darah segar dalam jumlah cukup banyak sebelum waktu persalinan, kondisi ini bisa menandakan masalah serius, seperti gangguan pada plasenta, yang berisiko bagi ibu dan janin.

Baca Juga: Vitiligo pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mendukung Kepercayaan Diri Anak

6. Jumlah cairan keluar sangat banyak secara tiba-tiba

Keputihan yang keluar mendadak dalam jumlah besar dapat menandakan pecahnya ketuban dini, sehingga memerlukan penanganan segera.

7. Disertai demam

Demam yang muncul bersamaan dengan perubahan keputihan dapat mengindikasikan infeksi serius pada saluran reproduksi atau rahim.

Keputihan saat hamil trimester 3 pada dasarnya merupakan bagian dari proses alami tubuh. Namun, ibu hamil perlu lebih peka terhadap perubahan warna, bau, tekstur, dan jumlahnya.

Jika muncul tanda-tanda tidak biasa, segera periksakan diri ke dokter agar kehamilan dan persalinan tetap berlangsung aman dan sehat.

Sumber: Mayo Clinic

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT