Sukabumi Update

Mata Malas pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganan Sejak Dini

Ilustrasi Mata Malas pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganan Sejak Dini (Sumber: pexels.com/@Gustavo Fring)

SUKABUMIUPDATE.com - Mata malas atau amblyopia merupakan gangguan penglihatan yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika otak lebih dominan menggunakan satu mata dan mengabaikan mata lainnya yang penglihatannya lebih lemah. 

Jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, mata malas dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga dewasa.

Mata malas biasanya berkembang sejak bayi atau masa kanak-kanak awal. Menurut berbagai studi medis, sekitar 2–3 dari 100 anak mengalami kondisi ini. Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari gejalanya karena mata yang lemah seringkali tampak normal secara fisik. Anak pun jarang mengeluh karena otak telah “menyesuaikan diri” dengan kondisi tersebut.

Apa Itu Mata Malas pada Anak?

Secara medis, mata malas terjadi ketika jalur saraf antara mata dan otak tidak berkembang dengan optimal. Akibatnya, otak memilih menerima sinyal dari mata yang lebih kuat dan mengabaikan mata yang lebih lemah. Lama-kelamaan, kemampuan melihat dari mata yang jarang digunakan akan semakin menurun.

Baca Juga: Jangan Abai! Ini 7 Tanda Keputihan Saat Hamil Trimester 3 yang Perlu Diwaspadai

Mata malas berbeda dengan mata juling (strabismus), meskipun keduanya saling berkaitan. Mata juling bisa menjadi salah satu penyebab mata malas jika salah satu mata lebih jarang digunakan dibandingkan mata lainnya.

Gejala Mata Malas yang Perlu Diwaspadai

Gejala mata malas pada anak sering kali samar, terutama pada tahap awal. Namun, beberapa tanda berikut dapat menjadi petunjuk, seperti anak sering menabrak benda di satu sisi, kesulitan memperkirakan jarak, penglihatan ganda, sering memiringkan kepala, atau mata terlihat bergerak ke arah yang tidak sejajar. Anak juga mungkin sering mengernyitkan dahi saat mencoba melihat sesuatu dengan jelas.

Penyebab Mata Malas pada Anak

Mata malas berkaitan erat dengan gangguan perkembangan penglihatan di otak. Beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini antara lain mata juling yang tidak ditangani, perbedaan tajam penglihatan yang signifikan antara kedua mata, kelainan refraksi seperti rabun jauh atau silinder, cedera mata, kelopak mata turun, kekurangan vitamin A, hingga faktor genetik.

Baca Juga: Mengenal Hiperakusis pada Anak: Ketika Suara Biasa Terasa Menyakitkan

Cara Mendiagnosis Mata Malas

Karena sering tidak menimbulkan keluhan, pemeriksaan mata rutin sangat penting dilakukan sejak dini. Anak dianjurkan menjalani pemeriksaan mata pertama pada usia sekitar 6 bulan, kemudian di usia 3 tahun, dan secara berkala setelah memasuki usia sekolah. 

Dokter mata akan menilai ketajaman penglihatan, kekuatan otot mata, serta kemampuan mata dalam memfokuskan objek.

Apakah Mata Malas Bisa Disembuhkan?

Mata malas masih dapat diperbaiki jika ditangani sedini mungkin. Semakin cepat terapi dimulai, semakin besar peluang penglihatan anak membaik. Jika dibiarkan terlalu lama, terutama hingga melewati masa pertumbuhan, risiko kerusakan penglihatan permanen akan meningkat.

Cara Mengatasi Mata Malas pada Anak

Penanganan mata malas disesuaikan dengan penyebabnya. Dokter dapat meresepkan kacamata untuk memperbaiki gangguan refraksi. Terapi penutup mata (patching) juga sering dilakukan dengan menutup mata yang lebih kuat agar mata yang lemah terlatih bekerja.

Baca Juga: Vitiligo pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mendukung Kepercayaan Diri Anak

Selain itu, obat tetes mata dapat digunakan untuk mengaburkan penglihatan mata sehat sementara. Pada kasus tertentu, operasi mata mungkin diperlukan, terutama jika disebabkan oleh mata juling.

Sumber: hellosehat

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT