Sukabumi Update

Mie atau Bihun: Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi Sehari-hari?

Mie atau Bihun: Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi Sehari-hari? (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Mie dan bihun sama-sama berbahan dasar tepung dan sering dijadikan menu praktis sehari-hari. Mie umumnya dibuat dari tepung gandum atau terigu dan sering dicampur telur, sehingga mengandung gluten. Teksturnya kenyal dan biasanya terasa lebih mengenyangkan. Sementara itu, bihun terbuat dari tepung beras sehingga tidak mengandung gluten. Bentuknya lebih tipis dan ringan, serta lebih cepat lunak saat dimasak. Perbedaan bahan dasar inilah yang membuat karakter mie dan bihun tidak sama meskipun sama-sama termasuk sumber karbohidrat.

Perbedaan Kandungan Gizi

Dilihat dari kandungan gizinya, bihun cenderung memiliki kalori dan lemak yang lebih rendah dibandingkan mie, terutama mie telur. Namun, kandungan proteinnya juga lebih rendah. Sebaliknya, mie mengandung protein sedikit lebih tinggi, tetapi biasanya disertai lemak yang lebih banyak. Keduanya sama-sama tinggi karbohidrat, sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan asupan energi berlebih dan berpotensi meningkatkan berat badan.

Baca Juga: CEK FAKTA: Viral Video Macan Tutul Jawa di Pos 3 Gunung Salak Sukabumi

Dampak Terhadap Gula Darah

Baik mie maupun bihun termasuk karbohidrat yang relatif cepat dicerna tubuh. Hal ini membuat keduanya dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cukup cepat, terutama jika dikonsumsi tanpa lauk pendamping. Bihun sering dianggap lebih ringan di perut, sedangkan mie cenderung memberi rasa kenyang lebih lama. Namun, dampak terhadap gula darah sangat dipengaruhi oleh porsi makan dan kombinasi makanan lain seperti sayuran dan protein.

Mana yang Lebih Sehat untuk Konsumsi Sehari-hari?

Menentukan mana yang lebih sehat sebenarnya bergantung pada kebutuhan masing-masing orang. Bihun bisa menjadi pilihan yang lebih baik bagi mereka yang ingin mengurangi asupan lemak, membutuhkan makanan bebas gluten, atau menginginkan menu yang tidak terlalu berat. Di sisi lain, mie masih aman dikonsumsi selama tidak berlebihan dan dipilih yang tidak melalui proses pengolahan berlebihan, seperti mie instan yang tinggi garam dan lemak.

Apapun pilihannya, cara memasak memegang peran penting dalam menentukan nilai kesehatan mie atau bihun. Mengolahnya dengan cara direbus, lalu menambahkan sayuran dan sumber protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe, akan membuat menu menjadi lebih seimbang. Sebaliknya, menggoreng dengan banyak minyak atau menambahkan bumbu tinggi garam dapat mengurangi manfaat kesehatannya.

Secara umum, bihun cenderung lebih sehat untuk dikonsumsi sehari-hari karena lebih rendah lemak dan bebas gluten. Namun, mie tidak sepenuhnya buruk jika dikonsumsi dengan bijak, dalam porsi wajar, dan diolah dengan cara yang sehat. Pada akhirnya, pola makan sehat tidak hanya ditentukan oleh pilihan antara mie atau bihun, tetapi juga oleh cara pengolahan, porsi, serta keseimbangan dengan makanan lain.

Baca Juga: Arsenal Permalukan Inter Milan 1-3, The Gunners Semakin Kokoh di Puncak Klasemen

Sumber: Healthline

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT