SUKABUMIUPDATE.com - Saat mengalami diare, banyak orang menjadi ragu memilih makanan yang aman untuk dikonsumsi. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah bubur ayam boleh dimakan saat diare.
Keraguan ini wajar, mengingat kondisi saluran pencernaan yang sedang sensitif membutuhkan asupan makanan yang tepat agar tidak memperparah keluhan.
Diare membuat usus bekerja lebih cepat dari normal sehingga penyerapan cairan dan nutrisi terganggu. Akibatnya, tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi dan lemas. Oleh karena itu, makanan yang dikonsumsi sebaiknya memiliki tekstur lunak, mudah dicerna, dan tidak mengiritasi saluran cerna. Sehingga bubur ayam sering dianggap sebagai pilihan aman, tetapi benarkah demikian?
Apakah Bubur Ayam Aman untuk Penderita Diare?
Pada dasarnya, tidak ada larangan bagi penderita diare untuk mengkonsumsi bubur ayam. Bubur ayam polos justru bisa menjadi pilihan yang cukup aman karena teksturnya lembut dan mudah dicerna. Makanan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan energi tanpa memberi beban berlebihan pada sistem pencernaan yang sedang terganggu.
Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua bubur ayam cocok dikonsumsi saat diare. Bubur ayam yang ditambahkan berbagai pelengkap, seperti sambal, santan, kerupuk, bawang goreng berlebihan, atau ayam goreng berminyak, sebaiknya dihindari.
Baca Juga: Gangguan Pendengaran pada Anak: Tanda Awal, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Bahan-bahan tersebut dapat merangsang pergerakan usus, memicu iritasi, dan membuat frekuensi buang air besar semakin sering.
Selain itu, faktor kebersihan dan cara pengolahan juga sangat menentukan. Bubur ayam yang dimasak dengan air tidak bersih, ayam yang kurang matang, atau disimpan terlalu lama berisiko mengandung bakteri. Jika hal ini terjadi, bukannya membantu pemulihan, bubur justru bisa memperparah diare akibat infeksi saluran pencernaan.
Manfaat Bubur Ayam Polos Saat Diare
Jika diolah secara sederhana dan higienis, bubur ayam polos memiliki beberapa manfaat bagi penderita diare. Teksturnya yang halus membantu mengurangi kerja usus sehingga lebih nyaman dicerna. Kandungan karbohidrat dari nasi dapat menjadi sumber energi yang dibutuhkan tubuh saat sedang lemah.
Ayam rebus tanpa kulit juga bisa menjadi sumber protein yang relatif aman. Protein dibutuhkan untuk membantu proses pemulihan tubuh, terutama jika diare berlangsung beberapa hari. Selama tidak diberi bumbu tajam atau lemak berlebih, bubur ayam dapat mendukung asupan nutrisi dasar selama masa sakit.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Bubur Ayam
Meski tergolong aman, porsi bubur ayam tetap perlu diperhatikan. Konsumsilah dalam jumlah kecil tetapi lebih sering agar pencernaan tidak kaget. Jika setelah makan bubur muncul keluhan seperti perut semakin melilit, mual, atau diare bertambah parah, sebaiknya hentikan sementara dan pilih makanan lain yang lebih ringan.
Baca Juga: El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Lamaran, Digelar Elegan Bernuansa Alam
Selain makanan, asupan cairan juga sangat penting saat diare. Minum air putih atau larutan elektrolit secara rutin membantu mencegah dehidrasi. Hindari minuman berkafein, bersoda, atau terlalu manis karena dapat memperburuk iritasi usus.
Pada sebagian orang, susu dan produk olahannya dapat memperparah diare. Jika ingin memenuhi kebutuhan protein, ayam rebus, telur rebus, atau tahu kukus bisa menjadi alternatif yang lebih aman.
Penderita diare boleh mengkonsumsi bubur ayam, asalkan bubur tersebut polos, dimasak dengan bersih, dan tanpa tambahan bumbu atau pelengkap yang berisiko. Dengan pemilihan makanan yang tepat dan asupan cairan yang cukup, proses pemulihan diare dapat berjalan lebih optimal.
Sumber: Cleveland Clinic
Editor : Emi Amelia