Sukabumi Update

Mengenal Kanker Mata pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Ilustrasi Mengenal Kanker Mata pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya (Sumber: pexels.com/@Vika Glitter)

SUKABUMIUPDATE.com - Kanker mata tidak hanya dapat menyerang orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak. Meski tergolong jarang, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena dapat mempengaruhi penglihatan, bahkan mengancam nyawa jika tidak ditangani sejak dini. 

Salah satu jenis kanker mata yang paling sering terjadi pada anak adalah retinoblastoma, yang umumnya muncul pada usia balita.

Kanker mata pada anak adalah pertumbuhan sel abnormal yang berkembang di berbagai bagian mata, seperti retina, jaringan sekitar bola mata, atau struktur penunjang lainnya. Penyakit ini dapat menyerang satu atau kedua mata. 

Sehingga, deteksi dini sangat penting karena peluang kesembuhan dan penyelamatan penglihatan akan jauh lebih besar jika kanker ditemukan pada tahap awal.

Baca Juga: Gangguan Pendengaran pada Anak: Tanda Awal, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Gejala Kanker Mata pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Gejala kanker mata pada anak sering kali tidak langsung disadari karena anak belum mampu mengeluhkan gangguan penglihatan secara jelas. Oleh karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan pada mata anak. 

Salah satu tanda paling khas adalah leukokoria atau “mata kucing”, yaitu kondisi ketika pupil tampak putih atau keabu-abuan saat terkena cahaya atau terlihat pada foto menggunakan lampu kilat.

Selain itu, gejala lain yang dapat muncul meliputi mata juling yang terjadi tiba-tiba, mata tampak merah atau bengkak tanpa sebab yang jelas, penglihatan buram, hingga mata terlihat lebih menonjol. 

Pada beberapa kasus, warna iris dapat berubah atau anak sering menggosok dan menutup salah satu mata karena merasa tidak nyaman.

Jika orang tua menemukan satu atau lebih dari gejala tersebut, sebaiknya segera membawa anak ke dokter mata untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan yang cepat dapat mencegah kanker berkembang dan menyebar ke bagian tubuh lain.

Baca Juga: 7 Khasiat Buah Persik untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Disadari

Penyebab Kanker Mata pada Anak

Penyebab kanker mata pada anak berbeda-beda, tergantung jenis kanker yang dialami. Retinoblastoma, sebagai jenis yang paling umum, biasanya disebabkan oleh mutasi gen RB1 yang berperan dalam mengendalikan pertumbuhan sel. Mutasi ini membuat sel retina tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor.

Jenis kanker mata lain yang lebih jarang meliputi melanoma uveal, medulloepithelioma, limfoma intraokular, dan rabdomiosarkoma orbit. Sebagian besar penyebabnya berkaitan dengan faktor genetik atau gangguan perkembangan sel sejak masa embrio, terutama pada anak usia dini.

Diagnosis Kanker Mata pada Anak

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis terkait gejala, riwayat kesehatan anak, serta riwayat penyakit dalam keluarga. Pemeriksaan mata secara menyeluruh menjadi langkah awal, termasuk pemeriksaan fundus mata menggunakan alat khusus.

Jika diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan seperti USG mata, MRI, atau CT scan untuk melihat ukuran dan lokasi tumor. Tes genetik juga bisa dilakukan untuk mendeteksi mutasi gen tertentu. 

Setelah semua hasil diperoleh, dokter akan menentukan jenis dan stadium kanker sebagai dasar penentuan terapi.

Pilihan Pengobatan Kanker Mata pada Anak

Pengobatan kanker mata pada anak disesuaikan dengan jenis kanker, ukuran tumor, stadium penyakit, dan kondisi penglihatan anak. Tujuan utama pengobatan adalah menyelamatkan nyawa, mempertahankan fungsi mata semaksimal mungkin, dan mencegah penyebaran kanker.

Baca Juga: Update Kasus Dugaan Penipuan Food Tray MBG di Sukabumi, Seorang Dokter Diamankan Polisi

Beberapa metode yang umum digunakan meliputi kemoterapi, terapi laser, cryotherapy, dan radioterapi. Pada kondisi tertentu, operasi pengangkatan tumor atau bahkan pengangkatan bola mata dapat dilakukan jika kanker sudah sangat berat dan mengancam keselamatan anak. Selain itu, terapi target dan imunoterapi juga mulai digunakan pada kasus tertentu.

Sumber: hellosehat

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT