Sukabumi Update

Waspada Konsumsi Protein Berlebihan, Ini 5 Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

Ilustrasi Waspada Konsumsi Protein Berlebihan, Ini 5 Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh (Sumber: Freepik/@freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun otot, memperbaiki jaringan, serta mendukung berbagai fungsi vital seperti sistem kekebalan tubuh dan metabolisme. 

Namun, di tengah tren diet tinggi protein, banyak orang mengkonsumsi protein dalam jumlah jauh melebihi kebutuhan harian. Padahal, konsumsi protein berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan sejumlah dampak kesehatan yang tidak boleh diabaikan.

Berikut ini beberapa efek samping asupan protein yang terlalu tinggi.

Dampak Konsumsi Protein Berlebihan bagi Kesehatan Tubuh

1. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein berlebihan, terutama dari sumber hewani tertentu, dapat meningkatkan risiko penyakit kronis. 

Asupan protein tinggi dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Hal ini diduga berkaitan dengan peningkatan lemak jenuh, kolesterol, serta proses metabolisme yang membebani tubuh.

Baca Juga: 7 Cara Mudah Menanamkan Rasa Empati pada Anak Sejak Dini agar Tumbuh Lebih Peduli

2. Gangguan Sistem Pencernaan

Diet tinggi protein sering kali membuat seseorang mengurangi asupan serat dari buah, sayur, dan biji-bijian. Akibatnya, masalah pencernaan seperti sembelit, perut kembung, dan rasa tidak nyaman pada saluran cerna dapat muncul. Kekurangan serat juga berdampak pada kesehatan usus secara keseluruhan dan dapat memperlambat proses pencernaan.

3. Beban Berlebih pada Ginjal

Ginjal berperan penting dalam menyaring sisa metabolisme protein dari darah. Jika protein dikonsumsi secara berlebihan, ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang limbah tersebut. 

Pada orang dengan gangguan ginjal atau risiko penyakit ginjal, kondisi ini dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal dan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

4. Memberi Tekanan Metabolik pada Tubuh

Protein yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan tidak sepenuhnya dimanfaatkan oleh tubuh. Sisa protein akan dipecah dan dikeluarkan, proses yang dapat memberikan tekanan tambahan pada hati, ginjal, dan tulang. 

Selain itu, diet tinggi protein tertentu juga dapat meningkatkan kadar asam urat, yang berpotensi memperburuk kondisi seperti asam urat atau nyeri sendi.

Baca Juga: 14 Penyebab Ruam Gatal di Lengan dan Kaki yang Sering Tidak Disadari

5. Risiko Tekanan Darah Tinggi

Asupan protein yang terlalu tinggi, terutama dari makanan olahan atau tinggi natrium, dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah lainnya. 

Oleh karena itu, keseimbangan nutrisi tetap menjadi kunci menjaga kesehatan jantung.

Pentingnya Menjaga Asupan Protein Seimbang

Mengkonsumsi protein dalam jumlah cukup memiliki banyak manfaat, seperti membantu rasa kenyang, menjaga massa otot, dan mendukung pemulihan tubuh. Namun, kelebihan protein justru dapat menggeser asupan nutrisi penting lainnya, seperti karbohidrat kompleks, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Sebagian besar orang sebenarnya dapat memenuhi kebutuhan protein harian dari makanan utuh, seperti ikan, telur, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan produk susu. Suplemen protein sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan, bukan sebagai konsumsi berlebihan tanpa pengawasan.

Protein memang penting, tetapi bukan berarti semakin banyak semakin baik. Mengkonsumsi protein secara berlebihan dapat berdampak negatif bagi kesehatan, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Mengenal Windburn: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi, dan Pencegahannya

Menjaga pola makan seimbang dengan variasi nutrisi yang lengkap adalah langkah terbaik untuk mendukung kesehatan tubuh secara optimal.

Sumber: verywellhealth

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT