Sukabumi Update

Hati-Hati, 4 Gaya Hidup Gen Z Ini Diam-Diam Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung di Usia Muda

Ilustrasi Hati-Hati, 4 Gaya Hidup Gen Z Ini Diam-Diam Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung di Usia Muda (Sumber: Freepik/@Studio DC)

SUKABUMIUPDATE.com - Selama ini penyakit jantung kerap dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dialami oleh orang lanjut usia. Namun, seiring perubahan pola hidup dan kebiasaan sehari-hari, anggapan tersebut mulai terpatahkan. 

Faktanya, semakin banyak anak muda, termasuk Gen Z yang terdiagnosis penyakit jantung bahkan sejak usia 20 hingga 30-an.

Para tenaga medis mencatat adanya peningkatan signifikan kasus tekanan darah tinggi, obesitas, hingga diabetes tipe 2 pada kelompok usia muda. Kondisi-kondisi ini dikenal sebagai faktor risiko utama penyakit jantung. Gaya hidup modern yang serba cepat, minim aktivitas fisik, dan penuh tekanan menjadi salah satu penyebab utama fenomena ini.

Gaya Hidup Gen Z yang Berisiko bagi Kesehatan Jantung

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang umum dilakukan Gen Z dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Baca Juga: Bisa Kontrol Gula Darah! Ini 7 Manfaat Buah Aprikot untuk Kesehatan yang Sayang Jika Dilewatkan

1. Pola Makan Tidak Sehat

Konsumsi makanan cepat saji, tinggi lemak jenuh, gula, dan garam masih menjadi pilihan utama karena praktis dan mudah diakses. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah.

2. Sering Begadang

Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi tekanan darah, kadar hormon, serta metabolisme tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah.

3. Kurangnya Aktivitas Fisik

Banyak Gen Z menghabiskan waktu berjam-jam untuk duduk, baik karena pekerjaan, kuliah, maupun aktivitas scrolling media sosial. Gaya hidup sedentari atau minim gerak ini terbukti berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

4. Sering Stres 

Tekanan akademik, tuntutan pekerjaan, serta paparan media sosial yang berlebihan dapat memicu stres berkepanjangan. Jika tidak dikelola dengan baik, stres dapat mempengaruhi kesehatan jantung melalui peningkatan tekanan darah dan peradangan dalam tubuh.

Penyakit Jantung Tidak Datang Secara Tiba-Tiba

Para ahli menegaskan bahwa penyakit jantung tidak muncul secara instan. Prosesnya bisa berlangsung selama bertahun-tahun tanpa gejala yang jelas. Penumpukan plak di arteri, misalnya, dapat dimulai sejak usia muda akibat kebiasaan tidak sehat yang terus dilakukan.

Baca Juga: Kejang Demam pada Anak: Penyebab, Tanda, dan Cara Penanganannya

Inilah mengapa pencegahan sejak dini menjadi sangat penting. Semakin awal seseorang menerapkan gaya hidup sehat, semakin besar peluang untuk menurunkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Langkah Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Menjaga kesehatan jantung tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten justru memberikan dampak jangka panjang. Mulailah dengan mengurangi konsumsi makanan olahan dan memperbanyak asupan makanan segar seperti sayur, buah, dan protein sehat.

Luangkan waktu untuk bergerak di sela aktivitas harian. Berdiri, berjalan kaki singkat, atau melakukan peregangan setiap beberapa jam dapat membantu mengurangi dampak buruk duduk terlalu lama. Rutin berolahraga, meski hanya 20–30 menit sehari, juga sangat dianjurkan.

Selain itu, kelola stres dengan cara yang sehat, seperti berolahraga, meditasi, atau melakukan hobi yang menyenangkan. Pastikan juga tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup dengan tidur berkualitas setiap malam.

Baca Juga: Di Sukabumi, Hasto Bongkar Kenapa PDIP Tetap Pilih Pilkada Langsung oleh Rakyat

Penyakit jantung bisa dicegah jika kita mulai peduli sejak usia muda. Dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, Gen Z dapat menjaga kesehatan jantung dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT