Sukabumi Update

Skizofrenia pada Anak: Penyebab, Tanda Awal, dan Kapan Orang Tua Perlu Waspada

Ilustrasi Skizofrenia pada Anak: Penyebab, Tanda Awal, dan Kapan Orang Tua Perlu Waspada (Sumber: Freepik/@freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Skizofrenia sering kali dianggap sebagai gangguan mental yang hanya dialami oleh orang dewasa. Padahal, dalam kasus tertentu, kondisi ini juga dapat terjadi pada anak-anak. 

Skizofrenia pada anak memang tergolong jarang, tetapi dampaknya bisa serius jika tidak dikenali dan ditangani sejak dini. Sayangnya, gejala awalnya kerap luput dari perhatian karena dianggap sebagai bagian dari perkembangan anak.

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku. Penderitanya dapat mengalami gangguan dalam membedakan kenyataan dan khayalan, termasuk munculnya halusinasi dan keyakinan yang tidak sesuai dengan realitas. 

Pada anak, kondisi ini umumnya mulai muncul pada usia sekolah, sekitar 7 hingga 13 tahun, meskipun tanda-tandanya bisa berkembang secara perlahan.

Baca Juga: 5 Tren Self-Improvement Favorit Gen Z yang Bikin Hidup Lebih Seimbang

Penyebab Skizofrenia pada Anak

Hingga kini, penyebab pasti skizofrenia pada anak belum diketahui secara jelas. Namun, para ahli meyakini bahwa kondisi ini terjadi akibat kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Faktor genetik memegang peranan penting dalam meningkatkan risiko skizofrenia. Anak yang memiliki orang tua atau anggota keluarga dekat dengan riwayat skizofrenia beresiko lebih tinggi mengalami gangguan serupa. 

Risiko ini dapat meningkat berkali-kali lipat jika salah satu atau kedua orang tua mengidap skizofrenia. Pada kasus anak kembar, kemungkinan mengalami kondisi yang sama juga lebih besar.

Selain faktor keturunan, faktor lingkungan turut berkontribusi. Risiko skizofrenia pada anak dapat meningkat jika ibu mengalami infeksi tertentu selama kehamilan, komplikasi saat persalinan, atau paparan stres berat. 

Meski demikian, faktor-faktor ini tidak berdiri sendiri dan biasanya saling berinteraksi dengan predisposisi genetik.

Baca Juga: 4 Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadan agar Ibadah Lebih Siap dan Bermakna

Tanda dan Gejala Skizofrenia pada Anak

Gejala skizofrenia pada anak seringkali berbeda dengan orang dewasa karena perkembangan otak anak masih berlangsung. Oleh sebab itu, gejalanya bisa tampak samar dan bertahap. 

Orang tua perlu waspada terhadap perubahan perilaku yang terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung dalam jangka waktu lama.

Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain anak menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan minat bermain atau belajar, serta menunjukkan perubahan emosi yang ekstrim. Anak juga bisa tampak sangat takut tanpa alasan yang jelas atau curiga berlebihan terhadap orang di sekitarnya.

Gejala lain yang mungkin muncul meliputi kesulitan tidur, cara berbicara yang tidak teratur, sulit berkonsentrasi, serta kesulitan membedakan antara imajinasi dan kenyataan. Pada kondisi tertentu, anak dapat mengalami halusinasi, seperti mendengar atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Penting untuk dipahami bahwa imajinasi aktif dan teman khayalan masih tergolong normal pada anak. Namun, jika perilaku tersebut berlangsung terus-menerus, disertai gangguan fungsi sehari-hari, dan semakin memburuk, orang tua perlu lebih waspada.

Baca Juga: Beda Generasi: 5 Kebiasaan Gen Z yang Kerap Disalahpahami Boomer

Skizofrenia pada anak memang jarang, tetapi bukan tidak mungkin terjadi. Mengenali tanda awal dan memahami faktor risikonya dapat membantu orang tua mengambil langkah yang tepat lebih cepat. 

Dengan dukungan medis dan emosional yang sesuai, anak dengan skizofrenia tetap memiliki peluang untuk berkembang dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Sumber: verywellmind

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT