Sukabumi Update

Perut Sedang Tidak Nyaman? Ini 12 Makanan yang Mudah Dicerna dan Tips Mengkonsumsinya

Ilustrasi Perut Sedang Tidak Nyaman? Ini 12 Makanan yang Mudah Dicerna dan Tips Mengkonsumsinya (Sumber: Freepik/@jcomp)

SUKABUMIUPDATE.com - Makanan yang mudah dicerna menjadi pilihan penting ketika seseorang mengalami gangguan pencernaan, sedang sakit, atau dalam masa pemulihan. Jenis makanan ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih ringan sehingga penyerapan nutrisi dapat berlangsung dengan optimal. 

Proses pencernaan setiap orang dipengaruhi oleh usia, kondisi kesehatan, serta jenis makanan yang dikonsumsi. Umumnya, makanan yang mudah dicerna memiliki tekstur lembut, rendah serat kasar, serta tidak mengandung lemak dan bumbu berlebihan yang dapat mengiritasi lambung. 

Pilihan makanan ini juga cocok untuk anak-anak, lansia, serta orang yang mengalami diare, mual, atau pascaoperasi.

Rekomendasi Makanan yang Mudah Dicerna

Berikut ini adalah jenis makanan yang dikenal ramah bagi saluran pencernaan:

1. Nasi putih

Nasi putih mudah dicerna karena kandungan seratnya rendah dan karbohidratnya sederhana. Setelah dimasak, nasi cepat dipecah menjadi energi sehingga cocok dikonsumsi saat tubuh membutuhkan asupan cepat tanpa membebani pencernaan.

Baca Juga: 9 Minuman Alami untuk Membersihkan Usus dan Menjaga Pencernaan Sehat

2. Kentang rebus

Kentang rebus, terutama tanpa kulit, merupakan sumber karbohidrat yang lembut bagi lambung. Selain mudah dicerna, kentang juga mengandung kalium yang membantu menggantikan elektrolit yang hilang saat diare atau muntah.

3. Roti tawar

Roti tawar dari tepung putih lebih ringan bagi sistem pencernaan dibandingkan roti gandum utuh. Teksturnya lembut dan cocok dikonsumsi saat perut terasa tidak nyaman, asalkan tanpa tambahan mentega atau selai berlemak.

4. Daging ayam tanpa kulit

Daging ayam tanpa kulit yang direbus atau dikukus merupakan sumber protein rendah lemak. Makanan ini mudah dicerna dan berperan penting dalam membantu pemulihan jaringan tubuh setelah sakit.

5. Ikan kukus

Ikan kukus memiliki tekstur lembut dan kandungan lemak jenuh yang rendah. Selain mudah dicerna, ikan juga kaya protein berkualitas dan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan tubuh.

Baca Juga: Muntah Hitam: Tanda Perdarahan Saluran Cerna yang Perlu Penanganan Cepat

6. Wortel kukus

Wortel yang dimasak hingga lunak lebih mudah dicerna dibandingkan dalam kondisi mentah. Sayuran ini juga mengandung vitamin A yang mendukung daya tahan tubuh.

7. Yoghurt

Yoghurt mengandung bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikroflora usus. Makanan ini umumnya lebih mudah ditoleransi dibandingkan susu, terutama jika dikonsumsi dalam porsi kecil.

8. Tahu atau tempe

Tahu memiliki tekstur lembut dan serat rendah, sedangkan tempe melalui proses fermentasi yang membantu mempermudah pencernaan protein. Keduanya kaya protein dan zat gizi penting.

9. Telur rebus

Telur rebus mudah dicerna karena struktur proteinnya lebih sederhana setelah dimasak. Teksturnya yang lembut cocok untuk pencernaan yang sensitif.

10. Alpukat

Alpukat memiliki tekstur halus dan mengandung lemak tak jenuh yang ramah bagi lambung. Serat larutnya membantu pencernaan tanpa memberatkan usus.

11. Pisang

Pisang dikenal mudah dicerna karena teksturnya lembut dan mengandung pektin serta karbohidrat sederhana yang tidak mengiritasi lambung.

12. Bubur

Bubur memiliki tekstur sangat lunak sehingga mudah diurai oleh enzim pencernaan. Makanan ini cocok dikonsumsi saat nafsu makan menurun atau sedang sakit.

Baca Juga: Garda Terdepan Desa, Bupati Sukabumi Kukuhkan Satgas Linmas dan Satlinmas

Tips Mengolah dan Mengkonsumsi Makanan Mudah Dicerna

Agar manfaatnya maksimal, pilih metode memasak seperti merebus atau mengukus, potong makanan dalam ukuran kecil, hindari bumbu tajam dan lemak berlebih, serta konsumsi dalam porsi kecil namun lebih sering. 

Pola makan seimbang tetap penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Jika gangguan pencernaan sering kambuh atau tidak membaik, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan.

Sumber: Cleveland Clinic

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT