SUKABUMIUPDATE.com - Asam urat sering kali disalah artikan sebagai pegal-pegal biasa. Padahal, kondisi ini terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di persendian yang memicu nyeri hebat, bengkak, dan rasa panas. Salah satu pemicu utama kambuhnya asam urat adalah pola makan, terutama konsumsi makanan tinggi purin. Berikut tujuh jenis makanan yang sebaiknya dihindari atau dibatasi oleh penderita asam urat.
1. Jeroan (Hati, Ginjal, Babat, Usus)
Jeroan dikenal sebagai makanan dengan kandungan purin sangat tinggi. Saat dikonsumsi, purin akan diubah menjadi asam urat dalam jumlah besar di dalam tubuh. Pada penderita asam urat, hal ini dapat memicu nyeri sendi mendadak disertai bengkak dan rasa panas. Konsumsi jeroan secara rutin membuat asam urat lebih sulit dikontrol.
2. Seafood Tinggi Purin (Udang, Kerang, Kepiting, Cumi)
Beberapa jenis seafood mengandung purin tinggi yang berpotensi meningkatkan kadar asam urat. Udang, kerang, dan kepiting sering menjadi pemicu kambuhnya nyeri sendi. Gejala biasanya muncul beberapa jam setelah konsumsi. Jika dikonsumsi berlebihan, peradangan sendi bisa berlangsung lebih lama.
Baca Juga: 7 Jenis Makanan Sehat yang Bisa Membantu Menurunkan Asam Urat Secara Alami
3. Daging Merah (Sapi dan Kambing)
Daging merah mengandung purin sedang hingga tinggi, terutama bila dikonsumsi dalam porsi besar. Penderita asam urat yang sering mengkonsumsi daging merah berisiko mengalami nyeri sendi berulang. Proses pengolahan seperti dibakar atau berlemak dapat memperparah peradangan. Akibatnya, pemulihan nyeri menjadi lebih lambat.
4. Kacang-kacangan Tertentu dan Biji Kering
Kacang tanah, kacang mede, serta biji melinjo memiliki kandungan purin yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Pada sebagian penderita, kacang-kacangan bisa memicu nyeri sendi ringan hingga sedang. Oleh karena itu, konsumsinya perlu dibatasi.
5. Makanan Olahan Berlemak (Sosis, Kornet, Nugget)
Makanan olahan umumnya tinggi lemak jenuh dan bahan tambahan. Kandungan tersebut dapat memperparah peradangan pada tubuh, termasuk di persendian. Meski tidak selalu tinggi purin, makanan ini sering memperburuk gejala asam urat. Nyeri sendi bisa terasa lebih lama dan tidak nyaman.
Baca Juga: 10 Alasan Anda Harus Makan Ceri, Turunkan Kadar Asam Urat hingga Stabilkan Gula Darah
6. Minuman Manis Tinggi Fruktosa
Minuman manis seperti soda dan minuman kemasan mengandung fruktosa tinggi. Fruktosa dapat meningkatkan produksi asam urat di dalam tubuh. Konsumsi berlebihan berisiko memicu nyeri sendi dan pembengkakan. Selain itu, minuman ini juga berdampak buruk bagi metabolisme tubuh.
7. Alkohol, Terutama Bir
Alkohol dapat menghambat kerja ginjal dalam membuang asam urat. Bir bahkan mengandung purin tambahan yang memperbesar risiko kambuh. Konsumsi alkohol sering dikaitkan dengan serangan asam urat akut. Nyeri sendi yang muncul biasanya lebih hebat dan berlangsung lama.
Bagi penderita asam urat, menghindari makanan tertentu jauh lebih efektif daripada hanya mengandalkan obat. Dengan mengenali pemicu seperti jeroan, seafood, daging merah, dan kacang tertentu, risiko nyeri sendi dapat ditekan. Pola makan yang tepat membantu penderita asam urat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Baca Juga: Membuat Rebusan Daun Salam: Mengatasi Asam Urat, Gula Darah dan Kolesterol
Sumber: Berbagai Sumber
Editor : Silvi Maharani