Sukabumi Update

Sindrom Wajah Iblis: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Ilustrasi Sindrom Wajah Iblis: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya (Sumber: pexels.com/@MART PRODUCTION)

SUKABUMIUPDATE.com - Sindrom wajah iblis merupakan kondisi neurologis langka yang membuat penderitanya melihat wajah orang lain tampak berubah secara tidak wajar. Wajah yang dilihat bisa terlihat memanjang, melengkung, atau terdistorsi hingga menyerupai sosok menyeramkan. 

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah prosopometamorphopsia. Meski terdengar aneh, sindrom ini bukan gangguan kejiwaan, melainkan berkaitan dengan fungsi otak.

Pada penderita sindrom wajah iblis, perubahan visual umumnya hanya terjadi pada bagian wajah, seperti mata, hidung, atau mulut. Objek lain di sekitar tetap terlihat normal. Bahkan, pada beberapa kasus, penderita juga dapat melihat perubahan pada wajahnya sendiri saat bercermin. 

Kondisi ini bisa berlangsung sementara atau dalam jangka waktu yang cukup lama, tergantung penyebab yang mendasarinya.

Penyebab Sindrom Wajah Iblis

Hingga kini, penyebab pasti sindrom wajah iblis masih terus diteliti. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan kerusakan atau gangguan pada lobus oksipital, yaitu bagian otak yang berperan dalam memproses informasi visual.

Baca Juga: Botulisme pada Bayi: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Pencegahannya

Kerusakan tersebut dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis, seperti:

  • Stroke
  • Migrain berat
  • Epilepsi
  • Cedera kepala berat
  • Tumor otak
  • Riwayat operasi otak

Selain itu, sindrom wajah iblis juga dapat muncul pada penderita beberapa penyakit atau kondisi tertentu, seperti multiple sclerosis, skizofrenia, sindrom Alice in Wonderland, sindrom Charles Bonnet, serta akibat penyalahgunaan zat terlarang, seperti ganja dan mescaline.

Penanganan Sindrom Wajah Iblis

Penanganan sindrom wajah iblis berfokus pada mengobati penyebab utamanya. Oleh karena itu, setiap penderita dapat menerima terapi yang berbeda-beda, sesuai kondisi medis yang dialami.

  • Obat-obatan: Dokter dapat meresepkan obat tertentu, seperti obat antinyeri untuk migrain, obat antiplatelet untuk mencegah penggumpalan darah pada stroke, obat antiepilepsi untuk mengontrol kejang, diuretik untuk mengurangi pembengkakan otak, atau kortikosteroid untuk menekan peradangan saraf.
  • Transcranial Magnetic Stimulation (TMS): Pada kasus tertentu, terutama yang berkaitan dengan migrain atau skizofrenia, dokter dapat menyarankan terapi TMS. Prosedur nonbedah ini menggunakan gelombang magnet untuk merangsang area otak tertentu agar fungsi visual kembali membaik.
  • Operasi: Jika sindrom wajah iblis disebabkan oleh tumor otak atau komplikasi stroke, tindakan operasi dapat menjadi pilihan. Operasi bertujuan mengangkat jaringan abnormal, mengurangi tekanan di otak, atau memperbaiki pembuluh darah yang bermasalah.
  • Selain itu, rehabilitasi medis juga dapat diberikan, terutama bila kondisi ini berkaitan dengan penyalahgunaan zat atau gangguan saraf tertentu.

Baca Juga: Jangan Khawatir! Ini 5 Cara Aman dan Efektif Menurunkan Demam di Rumah

Pemeriksaan dan Konsultasi

Belum ada tes khusus untuk mendiagnosis sindrom wajah iblis secara langsung. Namun, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah, CT scan, MRI, dan EEG untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dengan gejala serupa.

Sumber: Health

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT