SUKABUMIUPDATE.com - Isu kemunculan penyakit pernapasan yang disebut sebagai super flu mulai menjadi perhatian masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menghimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap fokus pada penguatan daya tahan tubuh sebagai kunci utama pencegahan berbagai jenis penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menegaskan bahwa apa pun jenis penyakit, virus, maupun kuman yang muncul, faktor terpenting adalah kekuatan imunitas tubuh masing-masing individu. Ia bahkan mencontohkan bahwa upaya menjaga kesehatan harus dimulai dari diri sendiri.
“apapun itu jenis penyakitnya apapun virusnya dan kumannya kunci utamanya adalah daya tahan tubuh kita. Imun. Makanya lihat saya. Saya menyampaikan sebelum masyarakat sehat diri saya sendiri dulu. Jadi dengan meningkatkan imunitas,” ujarnya saat ditemui sukabumiupdate.com di kantornya pada Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Gernas BBI: Disdagin Gembleng Siswa SMK di Sukabumi Jadi Konsumen Cerdas
Terkait isu super flu, Masykur menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat laporan resmi terkait temuan kasus tersebut di Kabupaten Sukabumi. Namun demikian, ia menekankan bahwa ketiadaan laporan bukan berarti potensi virus tidak ada. Oleh karena itu, masyarakat tetap diminta waspada dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh.
“Jadi kalau secara data itu belum ada laporan. Itu bukan tidak mungkin jenis virus itu ada. Tapi saya imbai kepada masyarakat sukabumi imunitasnya ditingkatkan. Jadi prinsipnya apapun virusnya kalau misalkan daya tahan tubuh kuat itu akan kalah,” katanya.
Mengenai gejala yang ditimbulkan, Masykur menjelaskan bahwa secara umum tidak jauh berbeda dengan penyakit flu atau infeksi saluran pernapasan lainnya. Ia membandingkan dengan pengalaman penanganan COVID-19 di masa lalu.
Baca Juga: Dinas Pendidikan: Pelajar SMP di Tegalbuleud Jadi 1 dari 4 Terduga Pelaku Rudapaksa Siswi SMK
“Sama dengan lainnya. Mungkin ada varian-varian kayak covid lah, dulu kan tingkat pertama covid itu gejalanya berat terus ketika sedang virusnya membelah diri semakin ke sini semakin bisa tertangani. Sama ini juga karena baru mungkin, sebagian orang karena respons imunitasnya jelek pasti akan terasa lebih berat. Tapi pada prinsipnya sama,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan, mayoritas penyakit yang saat ini banyak ditemui di masyarakat masih didominasi oleh penyakit musiman. “Flu common cold lah kalau kita lihat. Musim hujan kini, kebanyakan kemarin ada DBD, penyakit kulit dan lainnya,” ungkap Masykur.
Dalam rangka penguatan kewaspadaan di fasilitas pelayanan kesehatan, Dinkes Kabupaten Sukabumi juga terus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan puskesmas. Masykur menyebut, saat ini pihaknya rutin menggelar rapat koordinasi mingguan secara daring. “Udah kita kan melalui kita sekarang ada rapat zoom meeting mingguan program yang baru lah dari kepemimpinan saya sekarang bertemu dengan kepala puskesmas dengan karyawan melalui zoom meeting setiap senin. Setiap senin saya informasikan dan melalui media,” pungkasnya.
Baca Juga: Menkes: Setiap Jam Ada 4 Bayi Meninggal, Per 2 Jam 2 Ribu Ibu Wafat Dalam Persalinan
Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga asupan gizi, istirahat cukup, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Upaya sederhana tersebut dinilai efektif untuk menjaga kesehatan di tengah berbagai isu penyakit yang berkembang. (adv)
Editor : Fitriansyah