SUKABUMIUPDATE.com - Puasa mengharuskan tubuh menahan makan dan minum selama lebih dari 12 jam. Perubahan pola makan, tidur, dan asupan cairan membuat tubuh perlu beradaptasi. Pada masa adaptasi inilah sebagian orang mengalami mual dan pusing, terutama di siang hari.
Menurut berbagai sumber kesehatan seperti Kementerian Kesehatan RI, Alodokter, dan KlikDokter, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan pengaturan pola makan serta gaya hidup yang tepat.
Penyebab Mual Saat Puasa
- Asam lambung meningkat. Lambung tetap memproduksi asam meski tidak ada makanan yang masuk. Jika lambung kosong terlalu lama, asam bisa mengiritasi dinding lambung dan menimbulkan rasa mual, perih, atau begah.
- Dehidrasi. Kurangnya asupan cairan menyebabkan tubuh kekurangan elektrolit. Kondisi ini dapat memicu mual, lemas, dan sakit kepala.
- Pola makan tidak tepat. Makanan terlalu pedas, berlemak, atau terlalu banyak saat sahur dan berbuka bisa memperberat kerja lambung dan memicu rasa tidak nyaman.
- Gula darah rendah (Hipoglikemia). Saat tubuh kekurangan asupan energi, kadar gula darah bisa turun. Gejalanya meliputi mual, gemetar, lemas, dan keringat dingin.
Baca Juga: Doa Puasa Ramadan Hari ke-14, Memohon Pengampunan Dosa
Penyebab Pusing Saat Puasa
- Dehidrasi dan kurang energi. Kurangnya cairan dan asupan kalori menyebabkan tekanan darah menurun sehingga muncul rasa pusing, terutama saat berdiri tiba-tiba.
- Kurang tidur. Perubahan jam tidur selama Ramadan sering membuat waktu istirahat berkurang, yang bisa memicu sakit kepala dan pusing.
- Putus kafein mendadak. Bagi yang terbiasa minum kopi, penghentian mendadak saat puasa bisa menyebabkan gejala withdrawal seperti sakit kepala dan pusing.
Cara Mengatasi Mual dan Pusing Saat Puasa
1. Perbaiki Menu Sahur dan Berbuka
- Konsumsi karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum).
- Tambahkan protein (telur, ayam, ikan, tahu, tempe).
- Perbanyak sayur dan buah.
- Hindari makanan terlalu pedas, berminyak, dan manis berlebihan.
Baca Juga: Resep Telur Cabe Ijo Iris, Menu Praktis dan Wangi Untuk Sahur atau Buka Puasa
2. Cukupi Cairan
Gunakan pola minum 2-4-2:
- 2 gelas saat berbuka
- 4 gelas di malam hari
- 2 gelas saat sahur
Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
3. Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur
Tunggu sekitar 30–60 menit sebelum berbaring agar asam lambung tidak mudah naik.
4. Istirahat Jika Gejala Muncul
Jika terasa pusing atau mual:
- Duduk atau berbaring dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi.
- Tarik napas dalam dan perlahan.
- Hindari aktivitas berat sementara waktu.
5. Atur Aktivitas Fisik
Kurangi aktivitas berat di siang hari. Jika ingin berolahraga, pilih intensitas ringan dan waktu yang mendekati berbuka.
Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, mual dan pusing saat puasa dapat dicegah sehingga ibadah tetap lancar dan tubuh tetap bugar sepanjang hari.
Baca Juga: Kematian NS Termasuk Filisida, KPAI: Dibunuh Orang Tua Sendiri
Sumber: berbagai sumber
Editor : Silvi Maharani