Sukabumi Update

Waspada! Kasus Campak Kembali Meningkat, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Kasus Campak Melonjak Drastis, Kemenkes Tetapkan Sebagai KLB (Sumber : via siloamhospitals)

SUKABUMIUPDATE.com - Penyakit campak kembali menjadi perhatian masyarakat karena kasusnya dilaporkan meningkat di beberapa wilayah di Indonesia. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali gejala serta cara penularannya sejak dini.

Campak, yang juga dikenal sebagai measles atau morbili, merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Virus ini menyerang saluran pernapasan dan dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari demam hingga ruam pada kulit. Meski sering dianggap sebagai penyakit ringan, campak sebenarnya dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Measles morbillivirus. Penyakit ini tergolong sangat menular karena virusnya mudah menyebar melalui udara dan percikan air liur dari penderita. Campak umumnya menyerang bayi dan anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum memiliki kekebalan juga dapat tertular.

Tingkat penularan campak sangat tinggi. Bahkan, sekitar 90 persen orang yang belum memiliki kekebalan dapat tertular jika berinteraksi dengan penderita. Karena itu, penyakit ini dapat menyebar dengan cepat di lingkungan yang cakupan imunisasinya rendah.

Baca Juga: Selain Menyegarkan, Ini 10 Manfaat Air Kelapa untuk Tubuh Saat Berbuka Puasa

Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai

Gejala campak biasanya muncul sekitar 7–14 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Pada tahap awal, gejalanya sering menyerupai flu sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Beberapa gejala campak yang umum terjadi antara lain:

  • Demam tinggi
  • Batuk dan pilek
  • Mata merah atau berair
  • Lemas dan sakit tenggorokan
  • Muncul bintik putih di dalam mulut (koplik spot)
  • Ruam merah pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh

Pada beberapa kasus, campak juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak (ensefalitis) yang berpotensi membahayakan nyawa.

Cara Penularan Campak

Campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Virusnya dapat menyebar melalui beberapa cara, di antaranya:

  1. Percikan air liur (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
  2. Kontak langsung dengan cairan dari hidung atau tenggorokan penderita.
  3. Udara atau benda yang terkontaminasi virus, karena virus campak dapat bertahan di udara maupun permukaan benda selama beberapa jam.

Seseorang yang terinfeksi campak bahkan sudah bisa menularkan virus sekitar empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelahnya, sehingga penyebarannya sering tidak disadari.

Baca Juga: 12 Manfaat Puasa untuk Kesehatan, Salah Satunya Bantu Detoksifikasi Alami

Cara Mencegah Penyakit Campak

Langkah paling efektif untuk mencegah campak adalah melalui imunisasi campak-rubella (MR). Vaksin ini membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus campak sehingga risiko tertular dapat berkurang secara signifikan.

Selain imunisasi, beberapa langkah pencegahan lain yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin
  • Menghindari kontak dengan penderita campak
  • Mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh

Dengan mengenali gejala serta memahami cara penularannya, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada terhadap penyakit campak. Upaya pencegahan seperti imunisasi dan menjaga kebersihan diri menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit menular ini.

Baca Juga: Kades Neglasari Sukabumi Terjerat Korupsi, DPMD Pastikan Pelayanan Desa Tetap Berjalan

Sumber: Berbagai sumber kesehatan

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT