SUKABUMIUPDATE.com – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026. Imbauan ini menyusul lonjakan kasus yang cukup signifikan dalam satu tahun terakhir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, jumlah kasus positif campak pada tahun 2025 mencapai 1.785 kasus, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 271 kasus. Tren peningkatan ini berlanjut pada awal tahun 2026, dengan total 252 kasus tercatat sejak Januari hingga Februari.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani, menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi. Virus ini dapat menyebar melalui percikan batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, hingga menyentuh benda yang terkontaminasi virus. Dari 1 penderita campak dapat menularkan ke 12-18 orang lainnya.
"Idulfitri merupakan momen pergerakan massa yang masif dan pertemuan banyak orang. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai penyakit tersebut karena mudah menular," ujar Vini dikutip dari rilis Humas Jabar, Kamis (13/3/2026).
Baca Juga: Termasuk Jalur Ciawi-Cibadak-Sukabumi, Ini Titik Rawan Macet di Jabar Saat Mudik Lebaran 2026
Menurut Vini, upaya paling efektif untuk mengantisipasi campak adalah dengan melengkapi imunisasi hingga dosis kedua sebelum keberangkatan mudik, terutama bagi anak usia 9–59 bulan.
Saat ini, lanjut Vini, sejumlah wilayah di Jabar sedang melaksanakan CUC (Catch Up Campaign) atau Imunisasi Kejar Serempak untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya campak. Sasaran prioritas imunisasi adalah warga berusia 9-59 bulan.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat yang ingin anaknya mendapat imunisasi campak, bisa mendatangi posyandu/ puskesmas, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah (masjid, gereja, dan lainnya), serta Pos Pelayanan Mudik.
"Selain imunisasi, lakukan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) untuk mencegah campak, seperti rajin mencuci tangan memakai sabun dan menggunakan masker saat sakit," ujarnya.
"Apabila ada gejala campak seperti demam ruam, maka warga diimbau melakukan PHBS, cuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker dan isolasi mandiri," tandasnya.
Editor : Denis Febrian