Sukabumi Update

Tren Twibbon Jangan Cium Aku Dulu Viral, Ini Cara Cegah Penularan Campak pada Anak Saat Lebaran

Ilustrasi, Ini Cara Cegah Penularan Campak pada Anak Saat Lebaran (Foto: istockphoto)

SUKABUMIUPDATE.com - Menjelang perayaan Idul Fitri, tradisi silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga menjadi momen yang paling dinantikan. Dalam suasana penuh kehangatan tersebut, bayi dan anak kecil sering kali menjadi pusat perhatian karena tingkah lucu dan wajah menggemaskan mereka.

Namun belakangan ini, di media sosial ramai orang tua memasang twibbon atau stiker foto anak dengan tulisan “Om Tante, jangan cium aku dulu ya.” Pesan tersebut ternyata bukan sekadar tren, melainkan bentuk kewaspadaan orang tua terhadap risiko penularan penyakit, terutama Campak yang mudah menular pada anak-anak.

Fenomena ini muncul seiring meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa bayi dan balita memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang sehingga lebih rentan tertular penyakit saat kontak dekat dengan banyak orang.

Belakangan ini kasus campak di Indonesia semakin melonjak, dikutip dari kemenkes  pada tahun 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian. Campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular dari orang ke orang. Penularannya dapat terjadi melalui percikan air liur (droplet) saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Baca Juga: Muhibah Ramadan di Sagaranten, Bupati & Ketua DPRD Sukabumi Salurkan Sembako dan Santunan

Virus campak juga dapat menyebar melalui udara di ruangan yang sama dengan penderita, bahkan dapat bertahan hingga sekitar dua jam setelah orang yang terinfeksi meninggalkan ruangan.

Karena itulah, anak-anak yang berada di tempat ramai seperti acara keluarga, perjalanan mudik, atau pertemuan besar saat Lebaran memiliki risiko lebih tinggi terpapar virus. Selain itu, bayi dan balita termasuk kelompok yang paling rentan terhadap campak karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa.

Menjelang Lebaran, sejumlah otoritas kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak kecil.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan memegang atau mencium bayi dan balita saat momen silaturahmi Lebaran. Pasalnya, anak-anak terutama bayi memiliki daya tahan tubuh yang masih rentan terhadap penyakit menular seperti Campak.

Kontak langsung seperti mencium bayi dapat menjadi salah satu jalur perpindahan virus melalui air liur atau droplet, terutama jika orang yang mencium sedang mengalami batuk, pilek, atau gejala infeksi pernapasan.

Baca Juga: Waspada! Kasus Campak Kembali Meningkat, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Cara Mencegah Penularan Campak pada Anak Saat Lebaran

Agar anak tetap aman saat mengikuti kegiatan silaturahmi Idul Fitri, orang tua dapat melakukan beberapa langkah pencegahan berikut:

1. Pastikan Anak Sudah Mendapat Imunisasi

Vaksinasi campak merupakan cara paling efektif untuk melindungi anak dari infeksi dan mencegah komplikasi serius.

2. Hindari Mencium Bayi atau Anak Kecil

Orang tua dapat mengingatkan keluarga atau tamu secara sopan agar tidak mencium bayi, terutama di area wajah dan tangan.

3. Batasi Kontak Fisik dengan Banyak Orang

Hindari terlalu banyak orang yang menggendong bayi secara bergantian, terutama di tempat ramai.

4. Jaga Kebersihan Tangan

Orang yang ingin menyentuh atau menggendong bayi sebaiknya mencuci tangan terlebih dahulu.

5. Hindari Kontak Jika Sedang Sakit

Jika seseorang sedang batuk, pilek, atau demam, sebaiknya tidak berinteraksi langsung dengan bayi atau anak kecil.

Silaturahmi saat Idul Fitri tetap menjadi tradisi penting untuk mempererat hubungan keluarga. Namun di tengah meningkatnya kesadaran akan penyakit menular, menjaga kesehatan anak juga perlu menjadi prioritas.

Tren twibbon Jangan Cium Aku Dulupun menjadi cara kreatif bagi orang tua untuk menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang sopan dan menggemaskan. Dengan langkah pencegahan yang tepat, momen Lebaran tetap bisa dinikmati dengan aman tanpa mengabaikan kesehatan anak-anak.

Baca Juga: Masyarakat Diimbau Waspadai Penularan Campak Jelang Mudik Lebaran 2026

Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT