SUKABUMIUPDATE.com - Di era digital seperti sekarang, kebiasaan mager atau malas bergerak semakin sering terjadi. Aktivitas seperti rebahan sambil bermain ponsel, duduk terlalu lama, atau minim olahraga memang terasa nyaman, tetapi jika dilakukan terus-menerus bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Dilansir dari World Health Organization (WHO), kurang aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis dan gangguan kesehatan. Tidak hanya memengaruhi tubuh, gaya hidup pasif juga dapat berdampak pada kondisi mental seseorang.
Baca Juga: Black Tea: Manfaat Teh Hitam bagi Kesehatan Tubuh
Dampak Mager bagi Kesehatan Fisik
1. Meningkatkan Risiko Obesitas
Kurang bergerak membuat kalori yang masuk ke tubuh tidak terbakar dengan baik. Akibatnya, lemak menumpuk dan meningkatkan risiko obesitas atau kelebihan berat badan.
Obesitas sendiri berkaitan dengan berbagai penyakit serius seperti:
- Type 2 Diabetes
- Hypertension
- Penyakit jantung
2. Otot dan Tubuh Menjadi Mudah Lelah
Terlalu sering duduk atau rebahan dapat membuat otot tubuh melemah karena jarang digunakan. Akibatnya, tubuh lebih cepat pegal, kaku, dan mudah lelah saat melakukan aktivitas ringan sekalipun.
3. Gangguan Postur dan Nyeri Tubuh
Kebiasaan rebahan atau duduk terlalu lama dengan posisi yang salah bisa memicu:
- Nyeri punggung
- Sakit leher
- Bahu tegang
- Gangguan postur tubuh
Hal ini sering dialami oleh orang yang terlalu lama menggunakan gadget atau laptop.
4. Menurunkan Kesehatan Jantung
Kurangnya aktivitas fisik dapat memengaruhi sirkulasi darah dan kesehatan jantung. WHO menyebut gaya hidup sedentari meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
5. Kualitas Tidur Memburuk
Meski terlihat santai, terlalu banyak rebahan justru bisa membuat pola tidur tidak teratur. Tubuh yang kurang bergerak biasanya lebih sulit merasa lelah secara alami.
Baca Juga: Wajib Tahu! Tanaman Obat yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah dan Kaya Manfaat
Dampak Mager bagi Kesehatan Mental
1. Mood Mudah Buruk
Kurang aktivitas fisik dapat memengaruhi produksi hormon endorfin yang berperan dalam menjaga suasana hati. Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa stres, lesu, atau tidak bersemangat.
2. Meningkatkan Risiko Stres dan Kecemasan
Penelitian menunjukkan aktivitas fisik membantu mengurangi stres dan kecemasan. Sebaliknya, terlalu lama pasif dapat membuat pikiran terasa lebih berat dan overthinking.
3. Menurunkan Produktivitas
Kebiasaan mager sering membuat seseorang kehilangan motivasi dan sulit fokus. Akibatnya, pekerjaan atau aktivitas sehari-hari menjadi tertunda.
4. Memicu Perasaan Kesepian dan Isolasi
Terlalu lama menghabiskan waktu sendirian di kamar tanpa aktivitas sosial dapat berdampak pada kondisi emosional dan membuat seseorang merasa lebih terisolasi.
Mager memang terasa nyaman, tetapi jika menjadi kebiasaan terus-menerus, dampaknya bisa serius bagi kesehatan fisik maupun mental. Mulai dari risiko penyakit kronis hingga gangguan suasana hati, semuanya dapat dipicu oleh kurangnya aktivitas fisik.
Karena itu, penting untuk mulai membiasakan diri bergerak aktif setiap hari. Langkah kecil seperti berjalan kaki, stretching, atau olahraga ringan bisa membantu menjaga tubuh tetap sehat dan pikiran lebih segar.
Baca Juga: Sering Terjadi Jelang Idul Adha, Ini 8 Kesalahan Saat Memilih Hewan Kurban
Sumber: Berbagai Sumber
Editor : Silvi Maharani