SUKABUMIUPDATE.com - Pasien penyakit jantung di Kabupaten Sukabumi kini bisa sedikit bernapas lega. Dalam waktu dekat, mereka tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah seperti Bogor atau Ciawi hanya untuk menjalani tindakan pemasangan ring jantung.
RSUD Sekarwangi Cibadak saat ini tengah mematangkan persiapan operasional layanan kateterisasi jantung atau Cath Lab (Catheterization Laboratory) mutakhir yang merupakan bantuan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Sekarwangi, dr. Andry Priyana Jaya mengatakan, layanan tersebut ditargetkan bisa mulai berjalan pada akhir tahun ini setelah seluruh tahapan perizinan selesai.
“Mudah-mudahan di akhir tahun kita sudah bisa melaksanakan layanan kateterisasi jantung atau Cath Lab, atau pasang ring kalau istilah orang awam,” ujar Andry kepada sukabumiupdate.com, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: IGD Tak Pernah Tutup hingga Layanan Urologi Unggulan, Begini Pelayanan Lengkap di RSUD Sekarwangi
Penyelamat Nyawa Pasien Serangan Jantung
Andry menjelaskan, Cath Lab merupakan layanan untuk menangani penyumbatan pembuluh darah koroner pada jantung. Penyumbatan itu biasanya disebabkan kolesterol, pengerasan pembuluh darah maupun bekuan darah.
“Kalau pembuluh darah koroner tersumbat, otomatis jantung tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi. Itu yang sering disebut serangan jantung,” katanya.
Menurutnya, pemasangan ring dilakukan untuk membuka kembali pembuluh darah yang menyempit agar aliran darah kembali lancar.
“Cath Lab itu alat untuk membebaskan sumbatan di pembuluh darah koroner melalui pemasangan ring,” jelasnya.
Selama ini, pasien yang membutuhkan tindakan pemasangan ring harus dirujuk ke rumah sakit lain di luar Sukabumi seperti Ciawi maupun Bogor.
Namun menurut Andry, tidak sedikit pasien yang akhirnya memilih pulang karena keberatan dirujuk jauh.
“Kadang masyarakat kalau dirujuk suka enggak mau karena jauh dan berbagai pertimbangan biaya maupun keluarga,” ujarnya.
Baca Juga: Cathlab RSUD Sekarwangi, Pasien Penyakit Jantung Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Kabupaten Sukabumi
Instalasi Alat Rampung 100 Persen
Perjuangan RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan alat medis berharga fantastis ini tidaklah mudah. Pada awalnya, rumah sakit milik Pemkab Sukabumi ini sempat terlewat dari daftar penerima bantuan Kemenkes.
Padahal, dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), RSUD Sekarwangi justru yang paling siap karena sudah memiliki dua dokter spesialis jantung intervensi yang memiliki sertifikasi pemasangan ring.
Pihak manajemen kemudian proaktif melakukan koordinasi (sounding) ke Kemenkes RI untuk membuktikan kesiapan SDM, ruangan khusus, ketersediaan daya listrik, hingga pengelolaan limbah medis. Setelah melalui serangkaian verifikasi ketat, Kemenkes akhirnya meloloskan bantuan tersebut. Saat ini, mesin Cath Lab sudah selesai diinstalasi dan melewati uji fungsi.
"Secara progres fisik sudah selesai 100 persen, alat sudah diinstal dan sukses diuji coba. Agenda serah terima resmi bersama Kemenkes dijadwalkan hari Senin, 25 Mei 2026 mendatang," tutur Andry.
Pasca serah terima pekan depan, lanjut Andry, RSUD Sekarwangi tidak bisa langsung mengoperasikan alat tersebut karena harus menuntaskan dua tahapan legalitas penting yakni salah satunya izin operasional Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).
“Nanti dicek dulu paparan radiasinya sebelum operasional,” katanya.
Setelah izin BAPETEN selesai, RSUD Sekarwangi juga akan mengurus kerja sama pelayanan dengan BPJS Kesehatan agar layanan Cath Lab bisa diakses masyarakat Kabupaten Sukabumi.
“Kalau bayar umum bisa puluhan juta sekali tindakan. Kalau BPJS kan masyarakat tidak dibebankan biaya,” ujar Andry.
Melihat tingginya kasus jantung di Sukabumi, RSUD Sekarwangi juga sudah menyiapkan rencana jangka panjang. Selain menambah dua dokter jantung lagi untuk sekolah spesialisasi intervensi, mereka sedang menjajaki kerja sama dengan RS Jantung Harapan Kita Jakarta untuk layanan bedah jantung terbuka (bypass jantung).
“Minimal masyarakat tidak perlu dirujuk jauh ke rumah sakit lain,” pungkas Andry. (adv)
Editor : Denis Febrian