Sukabumi Update

Dinkes Sukabumi Soroti Data Stunting Tak Logis, Masykur: Jangan Hanya Asal Bapak Senang

Rakor Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Jawa Barat bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, pada Senin (22/6/2026). (Sumber : Dinkes Kabupaten Sukabumi).

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menyoroti adanya laporan angka stunting yang dinilai tidak logis di sejumlah wilayah. Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya diukur dari rendahnya angka kasus, tetapi juga kemampuan menemukan kasus secara nyata di lapangan.

"Jangan langsung bahagia kalau stunting di suatu kecamatan terlihat bagus. Bisa saja penemuannya yang jelek. Ada dua hal yang menjadi PR kami, yaitu deteksi dan intervensi," ujar Masykur, pada Selasa (23/6/2026).

Ia mengungkapkan, pihaknya saat ini lebih fokus memastikan proses penemuan kasus atau case finding berjalan optimal. Sebab, laporan yang terlalu rendah justru perlu diklarifikasi.

Baca Juga: Dua Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Jalani Latihan Dasar Militer

"Ada Puskesmas yang melaporkan angka stunting kurang dari lima persen. Sementara angka prevalensi tingkat kabupaten berdasarkan SSGI masih 20,5 persen. Itu harus relate. Kalau tidak logis, kami akan konfirmasi strategi penemuannya," katanya.

Masykur mengaku tidak ingin tenaga kesehatan hanya mengejar capaian laporan yang terlihat baik, tetapi mengabaikan kondisi sebenarnya di masyarakat.

"Jangan sampai hanya ABS (asal bapak senang). Lebih baik temuan kasus masih banyak, berarti mereka sudah berupaya menemukan, tinggal bagaimana mengintervensinya. Yang bahaya kalau datanya bagus, tapi masyarakat tidak tertangani," tegasnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Dinkes Kabupaten Sukabumi meluncurkan inovasi Gadis Sukabumi atau Gerakan Aksi Deteksi dan Intervensi. Program ini menitikberatkan pada dua aspek utama, yakni menemukan kasus sedini mungkin dan melakukan penanganan secara cepat.

Baca Juga: Buron Kasus Penganiayaan dan Penyekapan Pacar, Taufik Hidayat Berhasil Ditangkap

"Saya tidak ingin kita terlena dengan laporan yang selalu bagus. Tujuan kita bukan sekadar mencapai target, tetapi menyelesaikan masalah di masyarakat. Jangan sampai membohongi diri sendiri," ungkapnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi juga tengah mengembangkan Sistem Informasi Posyandu yang Terintegrasi (siPASTI) agar seluruh sasaran, mulai dari ibu hamil hingga balita, dapat terdata dengan baik hingga tingkat Posyandu.

"Prinsip saya, tidak boleh ada satu pun sasaran yang terlewat. Karena kita bekerja berdasarkan data dan untuk kepentingan masyarakat," tandasnya. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT