SUKABUMIUPDATE.com - UPTD Puskesmas Cidahu menggelar Gebyar Posyandu di Posyandu Cendana 13, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, (6/7/2026). Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Andreas, jajaran Dinas Kesehatan, serta unsur lintas sektor itu bertujuan meningkatkan cakupan pendataan, penimbangan balita, dan pemeriksaan ibu hamil hingga mencapai 100 persen sebagai upaya deteksi dini pencegahan stunting.
Kepala UPTD Puskesmas Cidahu, dr. Teddy Mulyadi S, mengatakan tujuan utama Gebyar Posyandu adalah memastikan seluruh balita dan ibu hamil mendapatkan pelayanan di Posyandu sebagai langkah deteksi dini, terutama dalam pencegahan stunting.
"Intinya kita pendataan dan penimbangan, terutama balita dan ibu hamil 100 persen di Posyandu. Jadi jangan sampai ada balita yang tidak ditimbang atau ibu hamil yang tidak diperiksa. Maka kita Gebyar se-Kabupaten agar capaian bisa diharapkan 100 persen," ujar Teddy kepada sukabumiupdate.com, Selasa (7/7/2026).
Ia menuturkan, apabila masih terdapat balita maupun ibu hamil yang tidak hadir saat kegiatan, petugas akan melakukan sweeping agar seluruh sasaran tetap mendapatkan pelayanan.
"Adapun yang tidak hadir, mungkin kita akan lakukan sweeping untuk penimbangan di tempatnya masing-masing," katanya.
Baca Juga: Bapperida Sukabumi Apresiasi KKN OVOD UMMI, Dinilai Selaras dengan Prioritas Pembangunan Daerah
Dalam Gebyar Posyandu tersebut, masyarakat mendapatkan sejumlah layanan, mulai dari pendataan, penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan ibu hamil, hingga pemberian makanan tambahan dan vitamin, terutama bagi balita yang berat badannya kurang.
Pada pelaksanaan Gebyar Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Cidahu, tercatat sebanyak 69 balita dan 5 ibu hamil mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Teddy, salah satu tujuan utama Gebyar Posyandu adalah mendeteksi secara dini risiko stunting pada balita. "Nah, itu tujuan kita mendeteksi dini risiko stunting," ujarnya.
Ia mengungkapkan, angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Cidahu mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, capaian tersebut masih berada di atas target Kabupaten Sukabumi.
"Kalau dibanding tahun sebelumnya memang menurun. Tapi target kabupaten diharapkan lima persen, sementara kita masih sekitar 14,5 persen," kata Teddy.
Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang masih menjadi penyebab stunting di wilayah Cidahu. Di antaranya bayi yang lahir dengan berat badan rendah, pola makan dan pola hidup bersih serta sehat yang belum diterapkan secara optimal, hingga adanya penyakit bawaan atau penyakit penyerta seperti penyakit jantung yang dapat memengaruhi kondisi gizi anak.
Baca Juga: Daftar 10 Kampus Terbaik di Jawa Barat Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Untuk menekan angka stunting, Puskesmas Cidahu terus menjalankan berbagai program. Selain penyuluhan mengenai pentingnya makanan bergizi, pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita dan ibu hamil juga telah berjalan selama empat tahun terakhir.
"Terkait stunting, yang jelas dari dulu kita selalu mengadakan penyuluhan, terutama pola makan dengan makanan bergizi. Kemudian pemberian makanan tambahan dari Puskesmas sudah berjalan tahun keempat, yang dikelola oleh kader untuk diberikan kepada balita dan ibu hamil," tuturnya.
Ia menegaskan, Posyandu memiliki peran penting dalam mendeteksi risiko stunting sejak dini sehingga balita yang berisiko dapat segera mendapatkan penanganan.
Meski demikian, upaya penurunan stunting masih menghadapi sejumlah tantangan. Menurut Teddy, salah satunya adalah masih rendahnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai pentingnya makanan bergizi dan penerapan pola hidup sehat. Selain itu, faktor sosial ekonomi dan tingkat pendidikan juga turut memengaruhi.
Di sisi lain, balita yang memiliki penyakit penyerta membutuhkan penanganan lebih intensif melalui pemeriksaan dan kontrol rutin ke rumah sakit. Meski biaya pengobatan ditanggung pemerintah, keluarga masih menghadapi kendala seperti biaya transportasi dan pendampingan selama proses pengobatan.
Untuk memastikan balita yang berisiko stunting mendapatkan penanganan berkelanjutan, Puskesmas Cidahu melakukan pemantauan sejak masa kehamilan.
Baca Juga: Lama Dinanti, Mariano Peralta Sepenting Itu bagi Persib Bandung?
"Deteksinya dimulai sejak ibu hamil. Pemeriksaan dilakukan secara rutin agar ibu hamil tidak mengalami kekurangan energi kronis, kemudian diberikan vitamin, obat-obatan, dan pemeriksaan lainnya. Setelah anak lahir, di Posyandu juga diberikan makanan tambahan, selain yang rutin diberikan dari Puskesmas. Pemerintah desa juga mendukung pemberian makanan tambahan," jelas Teddy.
Ia mengimbau para orang tua, khususnya ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita, agar rutin memeriksakan kehamilan, mengonsumsi vitamin sesuai anjuran tenaga kesehatan, memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, serta memanfaatkan makanan tambahan yang diberikan oleh Puskesmas, pemerintah desa, maupun Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sejak masa kehamilan harus dikelola dengan baik. Lakukan kontrol secara rutin, konsumsi vitamin dan obat sesuai aturan. Kemudian setelah bayi lahir, berikan ASI eksklusif selama enam bulan dan manfaatkan makanan tambahan yang diberikan agar dikonsumsi sebaik-baiknya," pesannya.
Ke depan, Puskesmas Cidahu menargetkan seluruh balita dan ibu hamil di wilayah kerjanya dapat terdata, ditimbang, dan diperiksa secara menyeluruh sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah stunting.
"Targetnya kalau bisa terdata 100 persen, ditimbang 100 persen, ibu hamil diperiksa 100 persen. Itu tujuannya untuk deteksi dini, supaya jangan sampai ada lagi angka stunting di wilayah khususnya Cidahu," ungkapnya.
Baca Juga: Asal-usul Kentongan, Alat Komunikasi Kuno yang Masih Dipakai Sampai Sekarang
Ia menambahkan, kegiatan Posyandu akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan setiap bulan. Meski tidak selalu dikemas dalam bentuk Gebyar Posyandu, setiap Posyandu diharapkan dapat memberikan pelayanan secara optimal kepada seluruh sasaran.
"Bukan hanya kali ini, tetapi berkesinambungan. Setiap bulan kita usahakan capaian 100 persen. Walaupun bukan dalam bentuk gebyar terus, intinya setiap Posyandu melakukan kegiatannya secara maksimal pada setiap pelaksanaan Posyandu," pungkasnya. (adv)
Editor : Syamsul Hidayat