Sukabumi Update

Gebyar Posyandu di Bojonggenteng Libatkan 148 Warga, Puskesmas Catat Prevalensi Stunting Turun Jadi 6 Persen

Petugas kesehatan memberikan pelayanan kepada bayi, balita, ibu hamil, dan lansia saat Gebyar Posyandu di Posyandu Edelweis, Desa Berekah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/7/2026). (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan hasil positif. UPTD Puskesmas Bojonggenteng mencatat prevalensi stunting di wilayah kerjanya turun dari 17 persen menjadi 6 persen dalam kurun waktu sekitar tiga tahun terakhir.

Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah melalui Gebyar Posyandu dalam Intervensi Serentak Pencegahan dan Penurunan Stunting yang digelar di Posyandu Edelweis, Desa Berekah, Kecamatan Bojonggenteng, Jumat (10/7/2026).

Kepala UPTD Puskesmas Bojonggenteng, Asep Gumelar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.5.7/2501/Bangda tanggal 17 Maret 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting.

Menurutnya, pelaksanaan Gebyar Posyandu juga mengacu pada arahan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi yang disampaikan melalui rapat koordinasi daring pada 29 Juni 2026. Kegiatan di Bojonggenteng kemudian dilaksanakan atas undangan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bojonggenteng dengan melibatkan Forkopimcam serta berbagai unsur lintas sektor.

Baca Juga: Gebyar Posyandu di Cidahu Sukabumi, Pendataan Balita dan Ibu Hamil 100 Persen Cegah Stunting

Asep menjelaskan, Gebyar Posyandu menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas pemantauan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting. Seluruh proses pengukuran dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan guna memastikan validitas data yang diperoleh.

"Yang mengukur tinggi badan, berat badan, dan yang lainnya adalah tenaga kesehatan. Harapannya data yang diperoleh benar-benar valid," ujar Asep kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (14/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan berbagai layanan kesehatan. Bayi dan balita menjalani pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, serta lingkar lengan atas (LiLA) sesuai kelompok usia. Sementara itu, ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan dan lansia memperoleh layanan pemeriksaan gula darah serta kolesterol.

Sebanyak 148 warga mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 115 bayi dan balita, 17 ibu hamil, serta 16 lansia.

Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan kasus stunting pada balita yang mengikuti kegiatan. Namun demikian, sejumlah ibu hamil dengan risiko tinggi teridentifikasi dan langsung mendapatkan tindak lanjut sesuai kondisi kesehatannya.

"Kalau ada ibu hamil risiko tinggi kami tindak lanjuti. Jika masih bisa ditangani melalui pelayanan PONED di Puskesmas akan kami tangani, sedangkan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan," jelasnya.

Asep mengungkapkan, sebelum pelaksanaan Gebyar Posyandu, prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Bojonggenteng telah mengalami penurunan signifikan. Dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, angka prevalensi stunting berhasil ditekan dari 17 persen menjadi 6 persen.

Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut masih bersifat sementara karena pelaksanaan Gebyar Posyandu belum dilakukan di seluruh desa wilayah kerja Puskesmas Bojonggenteng.

"Belum semua wilayah melaksanakan Gebyar Posyandu, sehingga hasil akhirnya nanti masih bisa berubah setelah seluruh data terkumpul," katanya.

Selain melalui Gebyar Posyandu, Puskesmas Bojonggenteng juga menjalankan berbagai program pendukung, salah satunya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi ibu hamil, bayi, dan balita untuk mendukung pemenuhan gizi dan mencegah stunting.

Menurut Asep, keberhasilan menekan angka stunting tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, Polsek, Koramil, Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh KB, kader Posyandu hingga berbagai unsur lintas sektor lainnya.

"Alhamdulillah di Bojonggenteng sangat sinergis. Semua lintas sektor mendukung," ujarnya.

Ia berharap para orang tua rutin membawa bayi dan balitanya ke Posyandu agar tumbuh kembang anak dapat dipantau secara berkala, mendapatkan imunisasi lengkap, serta memperoleh edukasi terkait pemenuhan gizi seimbang.

"Kami harapkan orang tua disiplin datang ke Posyandu setiap bulan. PMT lokal juga diberikan sesuai anjuran, kemudian kebutuhan gizi anak dipenuhi dengan baik agar dapat mencegah stunting," pungkasnya. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT