Sukabumi Update

Kasus Stunting Bantargadung Naik Jadi 280, Camat Akan Evaluasi MBG hingga PMT

Rakor Pemerintah Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi bersama lintas sektor pada Kamis (16/7/2026). (Sumber : SU/Ilyas).

SUKABUMIUPDATE.com – Upaya menekan angka stunting di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menghadapi tantangan berat. Di tengah berbagai program intervensi yang gencar berjalan, jumlah balita stunting di wilayah ini justru dilaporkan meningkat dari 247 kasus sejak pertengahan 2025 dan kini berdasarkan data terbaru menjadi 280 kasus hingga Juli 2026.

Lonjakan ini langsung direspons serius oleh Pemerintah Kecamatan Bantargadung. Rapat koordinasi lintas sektor digelar pada Kamis (16/7/2026) dengan melibatkan kepala puskesmas, UPTD Dalduk, kepala desa, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tenaga gizi, hingga berbagai pihak terkait untuk memetakan akar masalah sekaligus merumuskan langkah penanganan konkret.

Dugaan Alat Rusak hingga Intervensi yang "Stuck"

Camat Bantargadung, Syarifuddin Rahmat, menjelaskan bahwa kenaikan angka ini belum tentu mencerminkan penurunan kondisi gizi masyarakat secara riil. Ia menduga ada faktor teknis dalam proses pengukuran di lapangan yang memengaruhi validitas data.

"Memang ada kemungkinan alat antropometri rusak dan penimbangan kurang cermat. Tapi ini tetap menjadi alarm serius bagi kita semua," ujar Syarifuddin, kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (16/07/2026).

Baca Juga: Petisi 'Usir Argentina' Tembus 13,8 Juta Tanda Tangan, Dipicu Sejumlah Kontroversi

Meski demikian, ia menegaskan persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele. Sebab, berbagai program penanganan stunting, mulai dari Makanan Bergizi Gratis (MBG) hingga Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari pemerintah desa dan Puskesmas, sejatinya sudah berjalan.

Namun, hasilnya dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting. "MBG jalan, PMT jalan, tapi stunting itu masih stuck. Turunnya lebih karena faktor usia, bukan karena intervensi," ungkapnya.

Menurut Syarifuddin, evaluasi di lapangan menunjukkan berat badan balita memang mengalami peningkatan setiap bulan. Akan tetapi, pertumbuhan tinggi badan yang menjadi indikator utama stunting masih belum menunjukkan perkembangan sesuai harapan.

Salah satu perhatian utama, kata Syarifuddin, adalah komposisi menu dalam program MBG yang dinilai belum disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan kelompok usia.

Baca Juga: Baru 2 dari 402 SPPG di Kabupaten Sukabumi yang Bayarkan Iuran BPJS Pegawai

"Anak usia 6 sampai 24 bulan kebutuhannya berbeda, tetapi menunya disamakan dengan usia 2 sampai 5 tahun. Ini yang harus diperbaiki," tegasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Bantargadung akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. SPPG juga didorong lebih fleksibel dalam menyusun menu agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan gizi anak berdasarkan usia.

Selain itu, pengawasan di lapangan akan diperketat melalui pemantauan Posyandu di seluruh desa. "Kita akan gerebek Posyandu di tiap desa. Semua stakeholder harus bergerak bersama," katanya.

Ia menambahkan, fokus penanganan kini diarahkan kepada ibu hamil sebagai upaya mencegah lahirnya kasus stunting baru, serta balita usia 6–24 bulan yang menjadi kelompok paling rentan mengalami gangguan pertumbuhan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bantargadung, Siska Santika, menyebut kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pihak.

Baca Juga: Airnya Tak Pernah Surut! Mata Air Cikandung Wisata Favorit di Kaki Gunung Tampomas

"Data bulan ini masih proses. Sampai bulan kemarin angkanya masih 8,3 persen. Targetnya jelas, akhir tahun harus turun menjadi 5 persen sesuai arahan Pak Gubernur," ujarnya.

Siska menilai program MBG tetap memiliki peran penting dalam upaya percepatan penurunan stunting. Namun, pelaksanaannya harus terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran.

Ia berharap kebutuhan gizi ibu hamil dapat terpenuhi secara optimal sehingga mampu mencegah lahirnya anak stunting. Di sisi lain, menu MBG bagi balita juga diharapkan dapat disusun lebih spesifik sesuai kebutuhan tumbuh kembang setiap kelompok usia.

"Salah satu kunci penanganan stunting adalah pemberian makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil. MBG berperan menyediakan makanan bergizi dan berkualitas," jelasnya.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT