Sukabumi Update

Waspada Cuaca Panas! Kenali Gejala Heat Exhaustion Sebelum Berujung Heat Stroke

Ilustrasi - Kelelahan karena cuaca panas (Sumber : pexels.com/@Andrea Piacquadio)

SUKABUMIUPDATE.com - Cuaca panas yang semakin ekstrem dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi heat stroke, yaitu keadaan darurat medis yang berpotensi mengancam nyawa. Memahami gejala heat exhaustion sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius. 

Kondisi ini sering terjadi pada orang yang bekerja di luar ruangan, atlet, lansia, anak-anak, serta individu yang tidak cukup minum saat cuaca panas. Gejala heat exhaustion biasanya muncul secara bertahap. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tanda-tanda yang paling umum meliputi:

1. Keringat Berlebihan

Tubuh akan mengeluarkan banyak keringat sebagai upaya mendinginkan suhu tubuh. Akibatnya, pakaian bisa menjadi sangat basah dan tubuh kehilangan banyak cairan.

2. Kulit Terasa Dingin, Lembap, dan Pucat

Meski berada di lingkungan yang panas, kulit penderita heat exhaustion biasanya terasa dingin atau lembap karena tubuh masih berusaha menurunkan suhu melalui produksi keringat.

3. Pusing atau Kepala Terasa Ringan

Penurunan cairan tubuh dapat menyebabkan tekanan darah menurun sehingga muncul rasa pusing, terutama saat berdiri.

Baca Juga: Persib Bandung Berpeluang Raih Hadiah Rp8 Miliar Jika Juara Piala Presiden 2026, Intip Rincian Bonusnya

4. Tubuh Terasa Sangat Lemas

Penderita biasanya merasa kehilangan energi, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu melanjutkan aktivitas seperti biasa.

5. Mual atau Muntah

Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dapat memicu rasa mual, bahkan muntah pada sebagian orang.

6. Kram Otot

Kehilangan garam dan cairan melalui keringat dapat menyebabkan otot, terutama di kaki, lengan, atau perut, mengalami kram yang terasa nyeri.

7. Denyut Jantung Lebih Cepat

Jantung bekerja lebih keras untuk membantu mendinginkan tubuh sehingga denyut nadi menjadi lebih cepat dari biasanya.

8. Sakit Kepala

Paparan panas yang berkepanjangan juga dapat memicu sakit kepala akibat dehidrasi dan perubahan aliran darah.

Baca Juga: Cuaca Jawa Barat 8 Agustus 2026, Sukabumi Potensi Cerah hingga Berawan

Tanda-Tanda Heat Stroke

Heat stroke merupakan kondisi yang jauh lebih berbahaya. Berbeda dengan heat exhaustion, pada heat stroke suhu tubuh dapat mencapai 40°C atau lebih, dan tubuh sudah tidak mampu mendinginkan diri.

Beberapa tanda heat stroke antara lain:

  • Suhu tubuh sangat tinggi (≥40°C).
  • Kulit terasa panas, bisa kering atau masih berkeringat.
  • Kebingungan, bicara tidak jelas, atau sulit merespons.
  • Kejang.
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan.

Heat stroke merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera. Jika seseorang menunjukkan gejala tersebut, segera hubungi layanan gawat darurat sambil melakukan upaya pendinginan tubuh.

Cara Menangani Heat Exhaustion

Jika seseorang mengalami heat exhaustion, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Pindahkan ke tempat yang teduh atau ber-AC.
  • Longgarkan atau lepaskan pakaian yang tidak diperlukan.
  • Berikan minum air putih atau minuman yang mengandung elektrolit jika masih sadar dan mampu menelan.
  • Kompres tubuh menggunakan handuk basah atau semprotkan air dingin.
  • Gunakan kipas angin untuk membantu proses pendinginan.

Apabila gejala tidak membaik dalam waktu sekitar 30–60 menit, semakin memburuk, atau penderita mulai tampak linglung, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat berkembang menjadi heat stroke.

Cara Mencegah Heat Exhaustion

Pencegahan menjadi langkah terbaik, terutama saat cuaca panas. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Minum air putih secara rutin, jangan menunggu haus.
  • Kenakan pakaian longgar, tipis, dan berwarna terang.
  • Hindari aktivitas fisik berat pada pukul 10.00–16.00, saat suhu biasanya paling tinggi.
  • Beristirahat secara berkala jika bekerja di luar ruangan.
  • Gunakan topi atau payung saat berada di bawah sinar matahari.
  • Jangan meninggalkan anak-anak maupun hewan peliharaan di dalam kendaraan yang terparkir.
  • Perhatikan kondisi lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis karena lebih rentan mengalami gangguan akibat panas.

Heat exhaustion merupakan tanda bahwa tubuh mulai kewalahan menghadapi paparan panas. Gejalanya meliputi keringat berlebihan, kulit dingin dan lembap, pusing, lemas, mual, kram otot, sakit kepala, hingga denyut jantung yang meningkat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi heat stroke yang merupakan keadaan darurat medis.

Dengan mengenali gejala sejak dini, mencukupi kebutuhan cairan, serta menghindari paparan panas berlebihan, risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas dapat diminimalkan.

Baca Juga: Gempa Laut Pangandaran yang Guncang Sukabumi Dipicu Sesar Aktif, Tidak Berpotensi Tsunami

Sumber: WHO, CDC

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT