Sukabumi Update

Mahasiswa KKN UMMI Kenalkan Isi Piringku dan Daun Kelor untuk Cegah Stunting di Desa Calingcing

Mahasiswa KKN UMMI Kelompok 12 saat sosialisasi mengenai pencegahan stunting di Desa Calingcing. (Sumber Foto: Dok. KKN UMMI Kelompok 12)

SUKABUMIUPDATE.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan stunting, edukasi “Isi Piringku”, serta pemanfaatan daun kelor sebagai pangan bergizi, Desa Calingcing, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN dalam bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak dalam masa pertumbuhan.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap permasalahan kesehatan dan gizi yang terdapat di masyarakat.

Pencegahan stunting perlu dilakukan secara bersama-sama melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pola makan bergizi, pola asuh, kebersihan lingkungan, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan informasi yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur yang memiliki peran dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Bidan Desa Calingcing, Kasi Kecamatan Tegalbuleud, perwakilan BNPB, perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos), perangkat Desa Calingcing, kader kesehatan, serta masyarakat Desa Calingcing. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk dukungan dan kolaborasi dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting.

Baca Juga: UMMI Resmi Lepas Mahasiswa KKN 2026 untuk Pengabdian di Sukabumi dan Cianjur

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak yang hadir. Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Peran keluarga menjadi salah satu hal penting karena pemenuhan gizi dan pola asuh anak sebagian besar dilakukan di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman orang tua mengenai kebutuhan gizi anak menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting.

Pada sesi utama, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai stunting, mulai dari pengertian, faktor penyebab, dampak, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Masyarakat diberikan pemahaman bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sejak awal, terutama melalui pemenuhan gizi yang baik pada masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Selain pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemberian ASI, pemberian makanan pendamping yang sesuai, menjaga kebersihan, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.

Materi selanjutnya membahas mengenai “Isi Piringku” sebagai panduan sederhana dalam menerapkan pola makan bergizi seimbang. Melalui materi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pentingnya mengatur komposisi makanan dalam setiap kali makan dengan memperhatikan keberadaan makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan.

Edukasi “Isi Piringku” diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal, tetapi dapat disesuaikan dengan bahan pangan yang tersedia dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Selain edukasi mengenai “Isi Piringku”, mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Daun kelor diperkenalkan karena mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Masyarakat diberikan informasi mengenai cara pemanfaatan daun kelor agar tidak hanya dikonsumsi sebagai sayuran, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai olahan makanan yang lebih menarik dan dapat diterima oleh anak-anak maupun keluarga.

Pemanfaatan pangan lokal seperti daun kelor menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini karena masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar tempat tinggal. Dengan pengolahan yang tepat, daun kelor dapat menjadi salah satu alternatif bahan makanan yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Mahasiswa KKN juga mendorong masyarakat untuk tidak bergantung pada bahan pangan tertentu yang sulit diperoleh, tetapi dapat mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari pola konsumsi sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Bidan Desa Calingcing turut memberikan penguatan mengenai pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan ibu dan anak. Masyarakat diingatkan untuk memanfaatkan pelayanan Posyandu dan fasilitas kesehatan yang tersedia untuk melakukan pemantauan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan dan pemantauan pertumbuhan anak secara berkala menjadi langkah penting agar apabila terdapat permasalahan pertumbuhan maupun gizi dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Mahasiswa KKN UMMI Kelompok 12 saat berfoto bersama Bidan Desa Calingcing selepas sosialisasi.Mahasiswa KKN UMMI Kelompok 12 saat berfoto bersama Bidan Desa Calingcing selepas sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan berkaitan dengan stunting, pola makan anak, penerapan “Isi Piringku”, serta pemanfaatan daun kelor dalam menu keluarga. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Interaksi antara mahasiswa KKN, tenaga kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat juga menjadi ruang untuk bertukar informasi mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Calingcing.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga berupaya menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menyiapkan makanan yang lebih beragam dan bergizi bagi keluarga.

Pengetahuan mengenai gizi juga diharapkan dapat diteruskan kepada anggota keluarga lainnya sehingga kesadaran mengenai kesehatan dapat berkembang secara lebih luas.

Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, serta berbagai pihak terkait. Dengan adanya kerja sama tersebut, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Perangkat desa dan kader kesehatan diharapkan dapat terus memberikan pendampingan kepada masyarakat, sementara masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi ilmu yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi untuk diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.

Selain memberikan edukasi, kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan masyarakat, memahami permasalahan yang ada di lapangan, serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak dalam mencari solusi yang sesuai dengan kondisi masyarakat Desa Calingcing.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pencegahan stunting sejak dini.

Masyarakat diharapkan dapat mulai menerapkan prinsip “Isi Piringku” dalam kehidupan sehari-hari serta memanfaatkan berbagai bahan pangan lokal, termasuk daun kelor, sebagai bagian dari menu keluarga.

Ke depan, mahasiswa KKN berharap edukasi mengenai kesehatan dan gizi dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah desa bersama tenaga kesehatan dan kader Posyandu.

Keberlanjutan program menjadi penting agar pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Desa Calingcing berupaya mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan pemenuhan gizi.

Dengan adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, serta berbagai pihak terkait, diharapkan upaya pencegahan stunting di Desa Calingcing dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama antara mahasiswa KKN, narasumber, perangkat desa, serta seluruh peserta yang hadir. Kebersamaan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak serta mendukung terciptanya generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas di Desa Calingcing, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

Sumber: Rilis Mahasiswa KKN Kelompok 12 Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT