Sukabumi Update

Biang Keringat di Musim Panas, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi gatal kemerahan karena biang keringat(Sumber: Freepik/@freepik) (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Musim panas identik dengan suhu udara yang lebih tinggi dan produksi keringat yang meningkat. Kondisi ini dapat membuat kulit lebih mudah mengalami berbagai masalah, salah satunya biang keringat. Keluhan ini umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil kemerahan yang terasa gatal atau perih, terutama pada area tubuh yang mudah berkeringat.

Biang keringat sebenarnya dapat dialami siapa saja, baik bayi, anak-anak, maupun orang dewasa. Namun, kondisi cuaca yang panas dan lembap dapat meningkatkan risikonya. Lantas, apa yang menyebabkan biang keringat muncul dan apa saja pemicunya?

Biang keringat atau miliaria adalah kondisi kulit yang terjadi ketika saluran keringat tersumbat. Akibatnya, keringat terperangkap di bawah permukaan kulit dan menimbulkan iritasi.

Gejalanya dapat berupa bintik-bintik kecil berwarna merah, benjolan kecil berisi cairan, rasa gatal, sensasi terbakar, atau kulit yang terasa perih. Biang keringat biasanya muncul di area yang banyak berkeringat, seperti leher, dada, punggung, ketiak, dan lipatan kulit.

Baca Juga: Sering Skip Sunscreen? Ini Dampaknya pada Kulit yang Jarang Disadari

Penyebab Pemicu Biang Keringat

Saat cuaca panas, tubuh akan menghasilkan lebih banyak keringat untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Jika keringat tidak dapat keluar dengan baik melalui saluran keringat, penyumbatan dapat terjadi.

Selain suhu yang tinggi, kelembaban udara juga dapat membuat keringat lebih sulit menguap dari permukaan kulit. Kondisi tersebut membuat kulit menjadi lebih lembab dan meningkatkan kemungkinan munculnya biang keringat.

Selain temperatur yang tinggi, beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko biang keringat, antara lain:

  1. Pakaian terlalu ketat, karena dapat menghambat sirkulasi udara dan membuat keringat terperangkap di kulit.
  2. Pakaian dengan bahan yang kurang menyerap keringat, terutama jika digunakan dalam waktu lama saat cuaca panas.
  3. Aktivitas fisik berlebihan, seperti olahraga, yang membuat tubuh menghasilkan lebih banyak keringat.
  4. Berada di lingkungan yang panas dalam waktu lama, misalnya bekerja atau beraktivitas di luar ruangan.
  5. Penggunaan produk kulit tertentu, terutama produk yang terlalu tebal atau berpotensi menyumbat pori-pori.
  6. Lipatan kulit, karena area tersebut cenderung lebih lembap dan memiliki sirkulasi udara yang lebih terbatas.

Baca Juga: Sudah Pakai Sunscreen tapi Kulit Masih Belang? Ini Kesalahan yang Sering Diabaikan

Cara Mencegah Biang Keringat

Biang keringat dapat dicegah dengan menjaga tubuh tetap sejuk dan mengurangi kondisi yang membuat kulit terlalu lembap. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menggunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat, menjaga ruangan tetap sejuk, serta segera mengganti pakaian yang sudah basah karena keringat.

Setelah berkeringat, tubuh juga sebaiknya dibersihkan dan dikeringkan dengan lembut. Hindari menggaruk area yang terasa gatal karena dapat menyebabkan kulit mengalami iritasi atau bahkan luka.

Dengan mengenali penyebab dan pemicunya, biang keringat selama musim panas dapat diminimalkan. Menjaga tubuh tetap sejuk, menggunakan pakaian yang nyaman, dan memperhatikan kebersihan kulit menjadi langkah penting untuk menjaga kulit tetap sehat meski cuaca sedang panas.

Baca Juga: Rodri Ungkap Alasan Gabung Barcelona, Hansi Flick Jadi Salah Satu Faktornya

Sumber: Mayo Clinic

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT