SUKABUMIUPDATE.com - Batuk merupakan respons alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir, debu, maupun benda asing. Pada banyak kasus, batuk akan membaik dengan sendirinya setelah penyebabnya teratasi. Namun, terkadang batuk terasa tidak kunjung sembuh meski sudah mencoba berbagai cara.
Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang justru dapat mempertahankan atau memperburuk batuk. Berikut tujuh hal sepele yang perlu diperhatikan.
1. Kurang minum air putih
Saat tubuh kekurangan cairan, lendir di saluran pernapasan dapat menjadi lebih kental sehingga lebih sulit dikeluarkan. Kondisi ini bisa membuat tenggorokan terasa semakin tidak nyaman dan memicu batuk.
Memenuhi kebutuhan cairan dapat membantu menjaga tenggorokan tetap lembap. Pilih air putih atau minuman hangat dan batasi minuman yang dapat membuat tenggorokan terasa semakin kering.
Baca Juga: Terapkan Standar CKG, Puskesmas Cisaat Cek Kesehatan 15 Warga Sukabumi Usai Pulang dari Kalimantan
2. Sering terpapar asap rokok
Asap rokok dapat mengiritasi saluran pernapasan dan membuat batuk lebih sulit mereda. Bukan hanya perokok aktif, orang yang sering menghirup asap rokok dari lingkungan sekitar juga dapat mengalami iritasi.
Jika sedang batuk, sebaiknya hindari rokok maupun paparan asap rokok. Lingkungan dengan udara yang lebih bersih dapat membantu mengurangi iritasi pada saluran pernapasan.
3. Mengabaikan udara yang terlalu kering
Udara yang kering dapat membuat tenggorokan terasa kering dan gatal, terutama ketika tidur di ruangan ber-AC. Akibatnya, batuk dapat muncul lebih sering, khususnya pada malam hari.
Menjaga kelembaban ruangan dan memastikan tubuh cukup terhidrasi dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
4. Tetap mengkonsumsi makanan atau minuman yang memicu keluhan
Pada sebagian orang, makanan tertentu dapat memperburuk rasa tidak nyaman di tenggorokan. Selain itu, makanan dalam jumlah besar atau makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat memicu refluks asam lambung pada orang yang rentan.
Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat menyebabkan sensasi terbakar, rasa asam di mulut, atau batuk yang berulang, terutama pada malam hari.
Jika menyadari batuk sering muncul setelah makan atau ketika berbaring, perhatikan pola tersebut dan hindari pemicu yang diketahui memperburuk keluhan.
Baca Juga: Cara Memulai Gaya Hidup Sehat bagi Pemula
5. Kurang beristirahat
Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri ketika sedang menghadapi infeksi atau peradangan. Kurang tidur dan terus memaksakan aktivitas dapat membuat proses pemulihan terasa lebih lama.
Karena itu, berikan tubuh waktu untuk beristirahat. Tidur yang cukup juga dapat membantu tubuh bekerja lebih optimal dalam menghadapi penyebab batuk.
6. Sering membersihkan tenggorokan dengan cara berdeham
Ketika tenggorokan terasa gatal, kita mungkin refleks berdeham berulang kali. Namun, kebiasaan ini justru dapat semakin mengiritasi tenggorokan dan membuat sensasi ingin berdeham atau batuk terus berulang.
Daripada terus-menerus berdeham, cobalah menelan atau minum air ketika tenggorokan terasa mengganjal.
7. Menganggap semua batuk sama
Batuk bukanlah satu penyakit, melainkan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Infeksi saluran pernapasan, alergi, asma, refluks asam lambung, hingga paparan iritan dapat menyebabkan batuk.
Karena penyebabnya berbeda, cara penanganannya juga tidak selalu sama. Mengonsumsi obat batuk secara sembarangan tanpa mengetahui penyebabnya belum tentu menyelesaikan masalah.
Sebagian besar batuk akibat infeksi ringan dapat membaik seiring waktu. Namun, batuk yang menetap atau disertai gejala tertentu sebaiknya tidak diabaikan.
Intinya, batuk yang tidak kunjung sembuh tidak selalu disebabkan oleh penyakit yang serius. Namun, kebiasaan sehari-hari seperti kurang minum, paparan asap rokok, kurang istirahat, atau mengabaikan pemicu tertentu dapat membuat keluhan terasa lebih lama. Mengenali penyebab dan memperhatikan gejala yang menyertai adalah langkah penting agar batuk dapat ditangani dengan tepat.
Baca Juga: Michael Carrick Waspadai Dua Tim Promosi, Manchester United Hadapi Hull City dan Ipswich Town
Sumber: Mayo Clinic
Editor : Silvi Maharani