SUKABUMIUPDATE.com - Brotowali merupakan salah satu tanaman herbal yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Indonesia. Tanaman yang memiliki rasa sangat pahit ini kerap dimanfaatkan sebagai bahan ramuan, salah satunya untuk membantu menjaga kadar gula darah.
Bagian brotowali yang paling sering digunakan adalah batangnya. Secara tradisional, batang brotowali diolah menjadi rebusan yang kemudian dikonsumsi sebagai ramuan herbal. Namun, sebelum menggunakannya, penting untuk memahami cara pengolahan dan penggunaannya dengan tepat.
Brotowali (Tinospora crispa) merupakan tanaman merambat dari famili Menispermaceae. Di sejumlah daerah, tanaman ini juga dikenal dengan nama bratawali, andawali, antawali, atau putrawali.
Tanaman ini memiliki batang yang berbintil-bintil dan rasa yang sangat pahit. Kandungan senyawa alami seperti alkaloid, berberina, kolumbina, dan pikroretin menjadi salah satu alasan brotowali banyak digunakan dalam ramuan tradisional.
Dalam pengobatan tradisional, brotowali tidak hanya dimanfaatkan untuk membantu menjaga gula darah, tetapi juga digunakan untuk berbagai keluhan seperti demam, rematik, gatal-gatal, dan luka luar.
Baca Juga: Pahit tapi Populer, Ini Beragam Manfaat Brotowali yang Perlu Diketahui
Cara Mengolah Brotowali untuk Ramuan Herbal
Salah satu cara paling sederhana untuk mengolah brotowali adalah dengan membuat air rebusan dari batangnya.
Bahan yang Dibutuhkan
- Batang brotowali secukupnya
- Air bersih
- Panci untuk merebus
Langkah Pengolahan
- Pilih batang brotowali yang baik
- Gunakan batang yang masih segar dan dalam kondisi baik. Hindari bagian tanaman yang terlihat berjamur atau membusuk.
- Cuci hingga bersih
- Bersihkan batang brotowali menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang menempel.
- Potong menjadi bagian kecil
- Batang dapat dipotong-potong agar lebih mudah direbus.
- Rebus dengan air
- Masukkan potongan batang ke dalam panci berisi air, kemudian rebus hingga air berubah warna dan sari tanaman keluar.
- Saring air rebusan
- Setelah selesai direbus, saring airnya untuk memisahkan potongan batang dari air rebusan.
- Biarkan hingga cukup hangat
- Air rebusan dapat diminum setelah suhunya tidak terlalu panas.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pelengkap Makanan, Ini Manfaat Sayuran Hijau bagi Kesehatan
Karena brotowali memiliki rasa yang sangat pahit, sebagian masyarakat mencampurkannya dengan bahan herbal lain. Namun, penambahan bahan lain sebaiknya tetap diperhatikan, terutama bagi orang yang sedang mengontrol asupan gula.
Brotowali memang telah lama digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi keluhan yang berkaitan dengan gula darah.
Meski berasal dari tanaman, brotowali tetap dapat memberikan efek pada tubuh. Penggunaan dalam jumlah atau kondisi tertentu juga perlu diwaspadai.
Brotowali merupakan tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia. Bagian batangnya dapat diolah menjadi rebusan dan secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu menjaga kadar gula darah.
Cara pengolahannya cukup sederhana, yaitu dengan membersihkan dan memotong batang brotowali, kemudian merebusnya dengan air dan menyaring hasil rebusannya.
Baca Juga: Manfaat Lulur Kunyit: Perawatan Tradisional untuk Kulit Tampak Cerah
Sumber: Berbagai Sumber
Editor : Silvi Maharani