Sukabumi Update

Tenggorokan Kering, Gatal, hingga Sakit Saat Musim Kemarau? Kenali Penyebabnya

ilustrasi sakit dan gatal tenggorokan (Sumber : istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Musim kemarau tidak hanya membuat udara terasa lebih panas. Kondisi udara yang lebih kering, paparan debu, polusi, hingga kebiasaan kurang minum juga dapat membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Keluhan yang muncul bisa berupa tenggorokan kering, gatal, terasa kasar, hingga sakit saat menelan. Berikut yang dapat menyebabkan hal itu terjadi:

1. Udara yang Kering

Salah satu penyebab tenggorokan terasa tidak nyaman saat musim kemarau adalah kondisi udara yang kering. Kelembapan udara yang rendah dapat membuat tenggorokan kehilangan kelembapan sehingga terasa kering, kasar, atau gatal. Udara yang masuk melalui mulut tanpa proses pelembapan yang optimal dapat membuat tenggorokan semakin mudah mengalami iritasi.

2. Kurang Minum

Cuaca panas membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Jika asupan air tidak mencukupi, mulut dan tenggorokan dapat terasa lebih kering. Kurang minum juga dapat membuat rasa tidak nyaman pada tenggorokan semakin terasa, terutama ketika seseorang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: Mata Perih, Kulit Iritasi hingga Sakit Tenggorokan, Ini Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan

3. Paparan Debu dan Polusi Udara

Musim kemarau identik dengan kondisi yang lebih kering sehingga debu dapat lebih mudah beterbangan. Ketika terhirup, partikel debu dan berbagai iritan di udara dapat mengganggu saluran pernapasan dan menyebabkan tenggorokan terasa gatal atau sakit. Selain debu, asap kendaraan, asap rokok, bahan kimia, dan polutan lainnya juga dapat mengiritasi tenggorokan.

4. Infeksi Virus

Tenggorokan sakit tidak selalu berarti tubuh mengalami iritasi akibat cuaca. Infeksi virus justru merupakan salah satu penyebab paling umum sakit tenggorokan.

Virus penyebab pilek atau flu dapat menimbulkan keluhan berupa tenggorokan sakit atau gatal yang disertai batuk, pilek, bersin, suara serak, hingga demam. Sebagian besar sakit tenggorokan akibat virus dapat membaik dengan sendirinya dan tidak membutuhkan antibiotik.

5. Alergi

Debu, serbuk sari, jamur, dan alergen lainnya juga dapat memicu keluhan pada tenggorokan. Reaksi alergi dapat menyebabkan hidung tersumbat atau berair, sehingga seseorang lebih sering bernafas melalui mulut dan tenggorokan menjadi kering. Selain itu, lendir dari hidung yang mengalir ke bagian belakang tenggorokan atau postnasal drip dapat menyebabkan tenggorokan terasa gatal dan tidak nyaman.

Baca Juga: 10 Teh dan Ramuan Tradisional yang Ampuh Redakan Radang dan Sakit Tenggorokan

6. Asap Rokok

Paparan asap rokok, termasuk asap rokok orang lain, dapat mengiritasi tenggorokan. Jika terjadi berulang kali, tenggorokan bisa terasa kering, gatal, atau sakit. Karena itu, bukan hanya perokok yang perlu memperhatikan paparan asap rokok. Orang yang berada di sekitar perokok juga dapat mengalami iritasi akibat asap yang terhirup.

7. Asam Lambung Naik

Sakit tenggorokan yang berulang juga bisa berkaitan dengan refluks asam lambung. Ketika asam lambung naik ke saluran makanan, kondisi tersebut dapat menyebabkan iritasi dan memunculkan rasa tidak nyaman di area tenggorokan.

Tenggorokan kering, gatal, hingga sakit saat musim kemarau tidak selalu disebabkan oleh cuaca. Udara kering memang dapat memperburuk iritasi, tetapi infeksi, alergi, debu dan polusi, asap rokok, hingga refluks asam lambung juga dapat menjadi pemicunya. Mengenali gejala yang menyertai dapat membantu menentukan langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Baca Juga: Awas Terjangkit! Ini 11 Penyakit yang Bisa Jadi Penyebab Radang Tenggorokan

Sumber: Kemenkes, Mayo Clinic

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT