Sukabumi Update

Kualitas udara Sukabumi Saat Ini: Tidak Sehat Bagi Kelompok Sensitif

Ilustrasi kelompok sensitif anak-anak pakai masker (Sumber: dok tim)

SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah aplikasi pemantau kualitas udara mengeluarkan peringatan bagi warga Sukabumi, baik kota dan kabupaten. Kualitas udara di sejumlah wilayah di Sukabumi terpantau, sejak Selasa siang (8/9/2026) dinyatakan tidak bagi kelompok sensitif.

Aplikasi iqair melaporkan skor data kualitas udah di Sukabumi saat ini adalah 113*. menunjukkan bahwa kualitas udara berada dalam kategori "Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif". 

Angka tersebut diukur berdasarkan standar Air Quality Index (AQI), yaitu sistem global untuk memantau tingkat polusi udara dan risiko kesehatannya.  Skor 113 masuk kategori Jingga atau orange berada di rentang 101–150. 

Baca Juga: 1.000 Kendaraan Milik ASN Pemkot Sukabumi Tunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp1 Miliar

Artinya, masyarakat umum biasanya belum merasakan dampak kesehatan yang serius, tetapi kelompok sensitif dapat mengalami gangguan pernapasan atau efek kesehatan lainnya. Kelompok Sensitif Meliputi: Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau pernapasan (seperti asma dan bronkitis). 

IQAir melaporkan polutan utama dalam kualitas udara di Sukabumi adalah partikel halus PM2.5. Partikel udara sangat halus yang berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil, yang menjadi salah satu polutan paling berbahaya bagi kesehatan karena bisa masuk ke dalam aliran darah. 

Ukuran PM2.5 sekitar 30 kali lebih kecil dari diameter sehelai rambut manusia.Bentuk: Campuran rumit antara partikel padat dan tetesan cair seperti debu, jelaga, asap, dan bahan kimia.Karena sangat kecil, partikel ini lolos dari saringan bulu hidung, menembus jauh ke dalam paru-paru, lalu masuk ke aliran darah. 

Baca Juga: 138 Tersangka Karhutla Sudah Dijerat, 8 Korporasi Masuk Bidikan Polri

Sumber Utama PM2.5 adalah Gas buang dari mobil dan motor, terutama mesin diesel. Pembakaran bahan bakar fosil dan proses produksi di pabrik. Pembakaran batu bara atau minyak bumi.Asap kebakaran hutan, debu, memasak, dan asap rokok. Terbentuk dari gas seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida yang bereaksi di atmosfer.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT