Sukabumi Update

Mual hingga Diare, Kenali Gejala Keracunan Makanan yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi, Pusing setelah mengkonsumsi makanan (Sumber : Freepik/@magnific)

SUKABUMIUPDATE.com - Keracunan makanan bisa terjadi setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, maupun zat kimia berbahaya. Keluhannya dapat berbeda-beda, tergantung jenis kontaminan yang masuk ke dalam tubuh.

Gejala yang muncul juga tidak selalu langsung terasa setelah makan. Beberapa jenis kuman dapat menyebabkan keluhan hanya dalam hitungan jam, sedangkan yang lainnya baru menimbulkan gejala beberapa hari kemudian. Karena itu, penting mengenali perubahan kondisi tubuh setelah mengonsumsi makanan yang dicurigai. Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai.

1. Mual

Mual termasuk salah satu gejala umum penyakit akibat makanan yang terkontaminasi. Kondisi ini biasanya membuat seseorang merasa ingin muntah dan kehilangan selera makan.

Baca Juga: 5 Tanda Tubuh Tidak Kuat Menghadapi Cuaca Panas yang Sering Diabaikan

2. Muntah

Selain mual, muntah juga cukup sering terjadi pada keracunan makanan. Muntah merupakan respons tubuh yang dapat muncul ketika saluran pencernaan mengalami gangguan akibat kontaminasi makanan. Jika muntah terjadi berulang kali hingga seseorang tidak mampu mempertahankan asupan cairan, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan dehidrasi.

3. Diare

Diare merupakan salah satu gejala yang paling umum pada penyakit bawaan makanan. Feses menjadi lebih encer dan frekuensi buang air besar dapat meningkat.. Diare yang berlangsung lama atau disertai darah tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi tanda kondisi yang lebih serius.

4. Sakit atau Kram Perut

Rasa sakit, mulas, atau kram pada perut juga termasuk gejala umum keracunan makanan. Keluhan ini dapat muncul bersamaan dengan diare, mual, atau muntah. Intensitasnya dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis kuman atau zat yang menyebabkan penyakit.

Baca Juga: Liverpool Menang 2-1 atas Atletico Madrid, Szoboszlai dan Mac Allister Bawa Comeback

5. Demam

Tidak semua kasus keracunan makanan menyebabkan demam, tetapi gejala ini dapat muncul pada sejumlah infeksi yang berasal dari makanan.

6. Lemas dan Pusing

Rasa lemas atau pusing dapat muncul ketika tubuh kehilangan banyak cairan akibat diare atau muntah. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi dehidrasi apabila cairan yang keluar tidak segera digantikan. Beberapa tanda dehidrasi yang perlu diperhatikan antara lain jarang buang air kecil, mulut dan tenggorokan terasa kering, serta pusing ketika berdiri.

Pada dasarnya, mual, muntah, diare, sakit perut, dan demam memang bisa disebabkan oleh berbagai kondisi sehingga tidak otomatis berarti seseorang mengalami keracunan makanan. Namun, jika keluhan muncul setelah mengonsumsi makanan yang dicurigai terkontaminasi, gejala tersebut perlu diperhatikan, terutama jika semakin berat.

Baca Juga: Korban Copet HP di Konser Musik Sukabumi Capai 70 Orang, Polisi Duga Ada Pelaku Lain

Sumber: WHO, CDC

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT