SUKABUMIUPDATE.com - Influenza kembali menjadi perhatian setelah data surveilans Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan proporsi influenza di Indonesia. Influenza merupakan penyakit saluran pernapasan yang dapat menular dengan mudah. Virus tidak hanya dapat menyebar ketika seseorang batuk atau bersin, tetapi juga melalui percakapan, kontak dekat, dan dalam kondisi tertentu melalui tangan atau permukaan yang terkontaminasi.
Lantas, bagaimana sebenarnya influenza menular dan apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya?
1. Melalui Percikan Saat Batuk dan Bersin
Cara utama penularan influenza adalah melalui partikel pernapasan yang keluar ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Partikel yang mengandung virus dapat mengenai mulut atau hidung orang yang berada di dekatnya. Karena itu, berada dalam jarak dekat dengan orang yang sedang mengalami influenza dapat meningkatkan risiko penularan.
Baca Juga: Bukan Cuma Demam, Ini Gejala Influenza A yang Sering Tidak Disadari
2. Bisa Menular Saat Berbicara
Influenza tidak hanya menyebar ketika seseorang batuk atau bersin. Berbicara juga dapat menghasilkan partikel pernapasan yang membawa virus. Risiko dapat semakin besar ketika seseorang yang terinfeksi berada dalam ruangan tertutup dan berdekatan dengan orang lain dalam waktu cukup lama.
3. Melalui Tangan atau Permukaan yang Terkontaminasi
Penularan melalui permukaan atau benda bukan jalur utama influenza, tetapi tetap mungkin terjadi. Seseorang dapat menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan. Virus kemudian dapat masuk melalui bagian tersebut.
4. Influenza Bisa Menular Sebelum Gejala Muncul
Salah satu alasan influenza mudah menyebar adalah seseorang dapat menularkan virus sebelum menyadari dirinya sedang sakit.
Orang yang terinfeksi influenza dapat mulai menularkan virus sekitar satu hari sebelum gejala muncul. Orang yang sedang sakit biasanya paling menular selama tiga hari pertama, meskipun penularan dapat berlangsung sekitar lima hingga tujuh hari setelah sakit dimulai. Anak kecil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat menularkan virus lebih lama.
Baca Juga: Waspada Super Flu: Kenali Gejala dan Cara Pencegahan Influenza A H3N2
5. Hindari Kontak Dekat dengan Orang yang Sedang Sakit
Salah satu cara mengurangi risiko penularan adalah menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala influenza. Jika sedang sakit, sebaiknya batasi kontak dengan orang lain sebanyak mungkin.
6. Rajin Mencuci Tangan
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membantu mengurangi penyebaran kuman. Jika air dan sabun tidak tersedia, pembersih tangan berbahan dasar alkohol dapat menjadi alternatif. Hindari pula kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan.
7. Gunakan Masker Saat Diperlukan
Masker dapat menjadi salah satu lapisan perlindungan tambahan, terutama ketika seseorang sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan atau berada di lingkungan dengan risiko penularan.
8. Pastikan Sirkulasi Udara Baik
Virus pernapasan lebih mudah menyebar ketika orang berkumpul dalam ruang dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Membuka jendela untuk memasukkan udara segar, menggunakan sistem penyaringan udara yang sesuai, atau memilih aktivitas di luar ruangan dapat membantu meningkatkan kualitas udara dan mengurangi paparan virus pernapasan.
9. Pertimbangkan Vaksinasi Influenza
Selain kebiasaan sehari-hari, vaksinasi influenza setiap tahun merupakan salah satu langkah penting untuk menurunkan risiko terkena influenza dan komplikasinya.
Vaksin influenza telah terbukti mengurangi risiko influenza serta komplikasi serius yang dapat terjadi akibat penyakit tersebut. Komposisi vaksin diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan virus influenza yang diperkirakan beredar.
Baca Juga: Influenza A H3N2 atau Super Flu Ditemukan di Jabar, Ini Penjelasan Dinkes
Sumber: Siskes dan berbagai sumber lainnya
Editor : Silvi Maharani