SUKABUMIUPDATE.com - Menjaga kadar gula darah bukan hanya soal mengurangi gula. Jenis karbohidrat, jumlah yang dikonsumsi, serta bentuk makanan juga dapat mempengaruhi seberapa cepat kadar glukosa darah meningkat setelah makan.
Karbohidrat sederhana dapat meningkatkan gula darah dengan cepat, sementara biji-bijian olahan seperti roti putih, nasi putih, dan pasta kehilangan sebagian seratnya selama proses pengolahan. Minuman manis juga menjadi salah satu sumber gula tambahan yang perlu diperhatikan. Lantas, makanan apa saja yang perlu diperhatikan?
1. Minuman Manis
Meski bukan makanan padat, minuman manis menjadi salah satu sumber gula yang paling mudah masuk ke tubuh dalam jumlah besar. Soda, teh manis, kopi dengan tambahan sirup, minuman energi, dan minuman kemasan dapat mengandung banyak gula tambahan.
Karena berbentuk cair, minuman tersebut juga cenderung lebih cepat dikonsumsi tanpa memberikan rasa kenyang yang sama seperti makanan padat. Bagi orang yang ingin menjaga gula darah, air putih atau minuman tanpa gula dapat menjadi pilihan yang lebih baik.
Baca Juga: Cara Mengolah Brotowali sebagai Ramuan Herbal untuk Membantu Mengontrol Gula Darah
2. Roti Putih
Roti putih termasuk produk dari biji-bijian olahan. Proses pengolahan dapat menghilangkan sebagian serat, sehingga karbohidratnya lebih cepat dicerna dibandingkan makanan berbasis biji-bijian utuh.
Bukan berarti roti harus sepenuhnya dihindari. Memilih roti dengan kandungan biji-bijian utuh dan serat lebih tinggi dapat menjadi alternatif. Porsi juga tetap perlu diperhatikan.
3. Nasi Putih
Nasi putih merupakan sumber karbohidrat yang umum dikonsumsi sehari-hari. Nasi putih ke dalam kelompok biji-bijian olahan yang perlu diperhatikan dalam pengaturan makan bagi penderita diabetes.
Jumlah nasi yang dikonsumsi juga berpengaruh. Karena itu, mengatur porsi dan mengkombinasikan sumber karbohidrat dengan protein, sayuran, serta makanan berserat dapat membantu memperlambat kenaikan gula darah setelah makan.
Baca Juga: Rebusan Daun Alpukat: Solusi Alami Bantu Kontrol Gula Darah
4. Kue, Donat, dan Pastry Manis
Kue, donat, pastry, cookies, dan makanan penutup umumnya mengandung kombinasi karbohidrat olahan serta gula tambahan. Masalahnya bukan hanya rasa manis. Produk-produk tersebut sering kali juga rendah serat sehingga lebih mudah memberikan asupan karbohidrat dalam jumlah cukup besar dalam sekali makan.
5. Sereal Sarapan yang Tinggi Gula
Sereal memang sering dianggap sebagai pilihan sarapan praktis. Namun, beberapa produk mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi. Karena itu, biasakan membaca label nutrisi sebelum memilih sereal. Pilih produk dengan kandungan gula tambahan lebih rendah dan serat lebih tinggi.
Makanan yang dapat meningkatkan gula darah bukan berarti harus selalu dihapus dari menu. Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat, dan buah, kacang-kacangan, sayuran berpati, serta biji-bijian juga mengandung karbohidrat. Yang penting adalah memilih sumber karbohidrat yang lebih kaya serat, memperhatikan porsi, dan mengkombinasikannya dengan protein atau lemak sehat.
Pada akhirnya, menjaga gula darah tidak hanya soal menghindari makanan manis. Perhatikan juga jenis karbohidrat, porsi, kandungan serat, serta kebiasaan makan secara keseluruhan. Bagi penderita diabetes, kebutuhan karbohidrat setiap orang dapat berbeda sehingga pengaturan pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan anjuran tenaga kesehatan.
Baca Juga: Pool Party Ngoetfest x Santasea Dinilai Tak Sesuai Norma, Disporapar Sukabumi Tegur Pengelola
Sumber: CDC
Editor : Silvi Maharani