Sukabumi Update

Sering Terbangun Tengah Malam? 6 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ilustrasi sering terbangun tengah malam (Sumber: pexels.com/@cottonbrostudio)

SUKABUMIUPDATE.com - Tidur yang cukup tidak hanya ditentukan oleh berapa lama seseorang berada di tempat tidur, tetapi juga seberapa nyenyak dan minim gangguan tidur tersebut. Salah satu masalah yang cukup sering dialami adalah terbangun di tengah malam lalu sulit kembali tidur, atau bahkan terbangun berulang kali saat tidur.

Sesekali terbangun pada malam hari sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja. Namun, jika kondisi tersebut terus berulang, kebiasaan sehari-hari sebelum tidur patut diperhatikan. Stres, jadwal tidur yang tidak teratur, penggunaan layar, kafein, nikotin, alkohol, hingga makan terlalu banyak menjelang tidur dapat mengganggu kualitas tidur. Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa membuat tidur mudah terputus?

1. Jam Tidur dan Bangun Tidak Teratur

Sering tidur pada jam yang berbeda-beda dapat membuat ritme tidur-bangun tubuh menjadi tidak konsisten. Misalnya, hari ini tidur pukul 22.00, tetapi keesokan harinya baru tidur pukul 01.00 karena masih bekerja atau menonton film.

Kebiasaan tidur yang tidak teratur sebagai salah satu faktor yang dapat menyebabkan masalah tidur. Mempertahankan waktu tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari, termasuk akhir pekan, dapat membantu menjaga pola tidur lebih konsisten.

Baca Juga: Sering Keramas tapi Ketombe Tidak Hilang? Coba Perhatikan 10 Kebiasaan Ini

2. Masih Minum Kopi atau Minuman Berkafein Menjelang Malam

Kopi bukan satu-satunya sumber kafein. Teh, minuman bersoda, minuman energi, bahkan cokelat juga dapat mengandung kafein.

Kafein bekerja sebagai stimulan yang dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk atau mempertahankan tidur. Mengonsumsinya pada sore atau malam hari dapat meningkatkan kemungkinan tidur terganggu. 

3. Masih Main HP Sebelum Tidur

Menonton video, bermain media sosial, membalas pesan, atau bekerja dari tempat tidur mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang.

Padahal, penggunaan smartphone atau komputer menjelang tidur dapat mengganggu siklus tidur. Selain paparan cahaya dari layar, aktivitas yang membuat otak terus menerima informasi juga dapat membuat tubuh sulit masuk ke kondisi rileks.

4. Makan Terlalu Banyak Menjelang Tidur

Makan malam dalam porsi sangat besar atau terlalu dekat dengan waktu tidur juga dapat membuat tubuh tidak nyaman ketika beristirahat.

Hindari makanan dalam jumlah besar menjelang tidur. Makan terlalu banyak dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan pada sebagian orang dapat memperburuk keluhan seperti heartburn yang akhirnya mengganggu tidur.

5. Membiarkan Stres Terbawa sampai ke Tempat Tidur

Pikiran tentang pekerjaan, masalah keluarga, kondisi keuangan, atau berbagai persoalan lain dapat membuat pikiran tetap aktif meskipun tubuh sudah berada di tempat tidur.

Stres sebagai salah satu faktor yang dapat memicu gangguan tidur. Ketika pikiran terus bekerja, seseorang bisa lebih mudah terbangun dan kesulitan kembali tertidur.

Baca Juga: Bukan Cuma Demam, Ini Gejala Influenza A yang Sering Tidak Disadari

6. Tidur Siang Terlalu Lama atau Terlalu Sore

Tidur siang memang bisa membantu ketika tubuh mengantuk. Namun, tidur siang terlalu lama atau dilakukan terlalu sore dapat mengurangi rasa kantuk pada malam hari.

Batasi tidur siang, terutama jika seseorang mengalami masalah tidur pada malam hari. Bila tetap membutuhkan tidur siang, durasinya sebaiknya tidak terlalu lama dan dilakukan lebih awal.

Tidak semua orang yang sesekali terbangun tengah malam mengalami gangguan tidur. Namun, bila kondisi tersebut terus berulang dan membuat tubuh tetap lelah pada siang hari, produktivitas menurun, atau sulit menjalani aktivitas seperti biasa,.

Gangguan tidur juga dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, termasuk sleep apnea dan restless legs syndrome. Karena itu, mencari penyebab menjadi lebih penting daripada sekadar mengandalkan obat tidur.

Pada akhirnya, sering terbangun tengah malam tidak selalu berarti ada masalah serius, tetapi kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kualitas tidur. Mulai dari menjaga jadwal tidur tetap teratur, membatasi kafein, mengurangi penggunaan HP sebelum tidur, menghindari makan terlalu banyak pada malam hari, mengelola stres, hingga membatasi tidur siang dapat membantu menciptakan pola tidur yang lebih baik.

Baca Juga: Erling Haaland Gemilang, Norwegia Bungkam Denmark di UEFA Nations League 2026/2027

Sumber:: Mayo Clinic

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT