Sukabumi Update

Bukan Cuma Soal Gula, Ini Dampak yang Bisa Terjadi Jika Terlalu Banyak Makan Buah Mangga

Ilustrasi. Cek Kadar Glukosa. dampak terlalu banyak makan mangga slah satunya dapat meningkatkan kadar gula darah (Sumber : Freepik/@freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Musim mangga membuat buah ini semakin mudah ditemukan dan dikonsumsi. Rasanya yang manis, segar, dan berair membuat banyak orang bisa tanpa sadar makan mangga dalam jumlah cukup banyak dalam sekali waktu.

Padahal, meskipun mangga kaya akan vitamin, mineral, serat, dan berbagai senyawa antioksidan, jumlah yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan. Lantas, apa yang bisa terjadi jika terlalu banyak makan mangga?

Asupan Gula dan Kalori Bisa Berlebihan

Mangga memang mengandung gula alami yang berbeda dari gula tambahan dalam makanan dan minuman. Buah utuh juga menyediakan serat, vitamin, dan mineral sehingga tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.

Namun, semakin banyak mangga yang dikonsumsi, semakin besar pula jumlah gula dan kalori yang masuk ke tubuh. Hal ini perlu menjadi perhatian terutama bagi orang yang sedang mengatur asupan karbohidrat atau kadar gula darah.

Baca Juga: Musim Mangga Tiba, Ini Manfaat Buah Mangga untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan

Perut Bisa Kembung dan Tidak Nyaman

Mangga mengandung serat yang bermanfaat bagi pencernaan. Namun, konsumsi dalam jumlah banyak dapat membuat sebagian orang mengalami gangguan pencernaan.

Mangga juga mengandung fruktosa dalam jumlah cukup tinggi. Pada orang dengan sistem pencernaan yang sensitif, termasuk sebagian penderita IBS, makanan tinggi FODMAP seperti mangga dapat memicu gas, kembung, nyeri perut, atau perubahan pola buang air besar. 

Bisa Memicu Diare pada Orang yang Sensitif

Selain kembung, konsumsi mangga dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan diare pada sebagian orang, terutama mereka yang sensitif terhadap fruktosa atau makanan tinggi 

Penderita Penyakit Ginjal Perlu Memperhatikan Porsinya

Mangga termasuk buah yang mengandung kalium. Bagi kebanyakan orang, kalium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.

Namun, orang dengan penyakit ginjal kronis mungkin perlu membatasi asupan kalium karena kemampuan ginjal untuk membuang kelebihan kalium dapat terganggu.

Baca Juga: Portugal Kalahkan Norwegia 2-1 di UEFA Nations League 2026/2027, Goncalo Ramos Jadi Penentu

Pada Orang Tertentu, Mangga Bisa Memicu Reaksi Alergi

Batuk juga bisa muncul setelah makan mangga, tetapi bukan karena mangga dimakan terlalu banyak. Batuk dapat menjadi salah satu gejala reaksi alergi makanan pada orang yang memang sensitif terhadap makanan tersebut.

Alergi makanan dapat berupa gatal, ruam atau biduran, pembengkakan pada bibir, wajah, lidah atau tenggorokan, serta batuk, mengi, dan kesulitan bernapas. Mangga juga termasuk salah satu buah yang dapat berhubungan dengan pollen-food allergy syndrome pada orang yang sensitif terhadap serbuk sari mugwort.

Tidak ada satu jumlah mangga yang berlaku untuk semua orang. Kebutuhan buah setiap orang dipengaruhi usia, aktivitas, kebutuhan energi, pola makan, dan kondisi kesehatan.

Yang lebih penting adalah menjaga porsinya tetap wajar dan tidak menjadikan mangga sebagai satu-satunya buah yang dikonsumsi. Mangga utuh juga lebih baik dibandingkan olahan yang mendapat tambahan gula dalam jumlah tinggi.

Jadi, menikmati mangga ketika sedang musim tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Buah ini kaya nutrisi dan serat, tetapi konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan asupan gula dan kalori meningkat atau memicu gangguan pencernaan pada orang tertentu.

Baca Juga: Cuaca Jabar 28 September 2026, Sukabumi Potensi Hujan di Siang Hari

Sumber: Mayo Clinic

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT