SUKABUMIUPDATE.com - Kasus dengue masih menjadi perhatian di Indonesia. Dilansir dari data Databoks Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dilaporkan hingga 19 September 2026, terdapat 309.786 kasus suspek dengue secara nasional. Jawa Barat tercatat memiliki jumlah suspek terbanyak, disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Upaya pencegahan pun masih dilakukan di berbagai daerah. Di Jakarta, misalnya, kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pemeriksaan jentik masih rutin dilakukan dari rumah ke rumah. Petugas bahkan secara khusus memeriksa tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, vas bunga, dispenser, hingga perangkap kulkas.
Nyamuk Aedes aegypti yang dapat menularkan virus dengue berkembang biak terutama pada wadah yang menampung air. Karena itu, rumah dan lingkungan sekitar perlu diperiksa secara rutin. Berikut sejumlah tempat yang sebaiknya tidak luput dari perhatian.
1. Bak Mandi dan Tempat Penampungan Air
Bak mandi, drum, ember, atau tempat penyimpanan air merupakan salah satu lokasi yang perlu diperiksa secara rutin. Wadah penyimpanan air rumah tangga sebagai habitat penting bagi perkembangbiakan Aedes. Wadah tersebut sebaiknya ditutup dan dikosongkan serta dibersihkan secara berkala.
Baca Juga: Penyelundupan 12,83 Gram Sabu ke Lapas Sukabumi Digagalkan, 2 Wanita Diamankan
2. Vas Bunga dan Tatakan Pot
Air yang tertinggal di vas bunga atau tatakan pot juga dapat menjadi tempat bertelur nyamuk. Vas bunga dan saucer pot sebagai salah satu habitat Aedes di dalam rumah. Air pada wadah tersebut sebaiknya dibuang dan bagian dalamnya dibersihkan secara rutin.
3. Tempat Minum Hewan
Tempat minum kucing, anjing, burung, atau hewan peliharaan lainnya juga bisa menampung air dalam waktu cukup lama. Jika tidak dibersihkan secara rutin, wadah tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Karena itu, air minum hewan sebaiknya diganti secara rutin dan wadahnya dicuci hingga bersih.
4. Wadah di Bawah Dispenser atau Kulkas
Bagian yang sering luput diperiksa adalah wadah penampung air pada dispenser dan beberapa bagian di sekitar kulkas. Pastikan tidak ada genangan air yang dibiarkan terlalu lama, termasuk air yang berasal dari tetesan atau kondensasi.
5. Talang Air dan Saluran yang Tersumbat
Talang air yang tersumbat daun atau kotoran dapat menahan air dan menciptakan genangan kecil. Tempat yang tidak biasa, termasuk talang atap, dapat menjadi lokasi perkembangbiakan Aedes. Karena itu, talang dan saluran air sebaiknya diperiksa, terutama setelah hujan.
Baca Juga: 4 Hektare Kebun di Ciracap Sukabumi Terbakar, Petugas Padamkan Api Pakai Ranting
6. Barang Bekas yang Bisa Menampung Air
Botol, kaleng, ember rusak, pot bekas, ban, hingga berbagai benda yang diletakkan di halaman bisa menjadi wadah air tanpa disadari dapat digunakan nyamuk untuk bertelur. Barang-barang tersebut sebaiknya dibuang, didaur ulang, atau disimpan dalam kondisi terbalik agar tidak menampung air hujan.
7. Area Tersembunyi di Sekitar Rumah
Jangan hanya memeriksa bagian dalam rumah. Lubang kecil, wadah yang tertinggal di halaman, pot tanaman, hingga bagian tanaman tertentu yang dapat menahan air juga perlu diperhatikan.
Pencegahan DBD tidak cukup dilakukan ketika sudah menemukan jentik. Pengurangan sumber perkembangbiakan dengan menutup, mengosongkan, dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin, setidaknya setiap minggu.
Di Indonesia, langkah tersebut dikenal luas melalui 3M Plus, yaitu menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Dengan memeriksa sudut-sudut rumah secara rutin, risiko munculnya tempat perkembangbiakan nyamuk dapat dikurangi. Perhatian tidak hanya perlu diarahkan pada genangan besar, tetapi juga wadah kecil yang sering dianggap sepele.
Baca Juga: Indonesia vs Bangladesh Jadi Penentu, Ini Skema Skuad Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Sumber: Databoks, WHO
Editor : Silvi Maharani